Cerita Hantu > Cerita Hantu Korea > Misteri Rumah Oppa Najeon

Misteri Rumah Oppa Najeon

Assalamualaikum, selamat membaca. Aku melangkah ke dalam kamar adik laki-laki ku itu, mengapa si Bocah SMA itu tak kunjung bangun juga.

“Taehyung, kona jiela (Taehyung buka pintunya)” kataku sambil mengetuk keras pintu kamarnya.
“Boga, sega serata jioe rupa seiur (Apa, aku sudah selesai kak)” jawabnya.

Di tahun 2019 ini tepatnya bulan Oktober, aku singgah di rumah pamanku di Seoul (Korea Selatan). Pamanku menikah dengan orang Korea, jadi beliau menetap di Korea sudah 18 tahun ini.

Read Another Stories:

“Nadia, koer deiorp deria depor ksid? (Nadia bisa kamu antarkan buku ekskul musik taehyung?)” perkataan bibi Jinggo membuatku berhenti makan.
“Nani? Bibi mengapa tak kasih saja sama taehyung tadi” kataku kesal.
“Bibi lupa, tolong kamu bawa buku ini ya” perkataan bahasa indonesia bibi jinggo membuatku merasa kasihan padanya.

Dengan agak malas aku pun mengendarai motorku ke daerah Gung-Dong, Guro-gu, Seoul tepatnya dimana Taehyung sepupuku itu bersekolah. Aku terkejut pas melihat nama SMA tempat Taehyung bersekolah itu, nama SMA tersebut adalah SEOUL SCHOOL OF PERFORMANCE (SOPA) bukankah ini tempatnya Jungkook BTS bersekolah dulu 😱 aku tak menyangka taehyung adikku itu bersekolah disini.

Agak ragu rasanya untuk memasuki sekolah ini, setelah berbincang dengan beberpaa guru di situ, aku pun langsung pergi memasuki sekolah itu. Aku berjalan ke arah kelas musik adikku itu, penampilan baju panjang serta balutan hijab ini menjadi pusat perhatian satu sekolah pagi itu.

“Nadia, koer nasr ieropa mosikasatiu jieropa (Nadia, kau tak perlu repot-repot membawa bukuku)” perkataan taehyung membuatku menyesal telah membawakan bukunya.
“Nieropa loye ki? (Siapa gadis ini?)” salah satu teman taehyung bertanya.
“Duopa Onee Chan from Indonesia, sega toe rupa 18 ksoans (dia kakakku dari Indonesia, dia masih muda 18 tahun)” jawab taehyung.
“Anyeong, jioks segao kotae kotero koyan, kosya kodnr pajs? (halo aku saga, tahun berapa kamu tamat sekolah?)” tanyanya padaku.
“2019” jawabku
“Ouh sehdojs lipajsb jiokan mkeodn, sejodn kitas kodpa jaioern (ouh baru saja, jadi kapan-kapan bisakah kita kencan, umur kita tak beda jauh)”.

Perkataannya membuatku muak.

“Nani, kotabdk lopans jiaj (apa, sudah kau kembali ke tempat dudukmu)” kata taehyung.
“Odhal, kosgabk jiopa bie sixbe locbsi iebdlna hqodp (ya sudah aku permisi dulu)” kataku sambil menunduk ke arah guru muda itu.
“Nadia, jioerpa seruopa ninasoea mokasie kolas (Nadia, bolehkah saya minta tolong)” perkataan guru musik itu menghentikan langkahku.

Aku melanjutkan langkahku tanpa mempedulikan perkataan guru itu hingga tangan taehyung malah menarikku ke arahnya.

“Kakak, bisa tolong antarkan gitar ini ke rumah kak najeon, mengapa kau tak mendengar panggilan guruku?” (permintaan taehyung membuat keningku berkerut sekaligus membuat teman sekelasnya tak mengerti bahasa yang diucapkannya itu).
“Nadia, koteropans lotasima nodsako kayako (Nadia, bisakah kau mengantarkannya)”.

Guru musik itu membuatku merasa kesal.

“Ok baiklah, alamatnya mana?” jawabku.

Taehyung pun memberi alamatnya, entah mengapa aku mau saja saat si adik ini meminta pertolongannku. Najeon ini merupakan senior taehyung di sekolah, sudah 3 hari ini dia tak masuk di kelas musik, jadi taehyung ingin mengembalikan gitarnya ini, dan aku juga berpikir mengapa guru musik itu juga menyuruhku agar memberikan gitar ini kepada najeon juga? Aku keluar dari sekolah itu, mengendarai motor ke arah rumah najeon itu. Tibalah aku di sebuah rumah dengan tulisan nama Najeon Jikarata di depan rumah tersebut. Rumah yang sepi dan hening, aku melangkah dan mengetuk rumah tersebut.

“Anyyeoungaseo (Halo)” kataku berulang kali. Tanpa pikir panjang aku lantas membuka pintu rumah tersebut yang ternyata tak terkunci. Saat aku memasuki rumah tersebut, rumah itu sangat gelap dan gersang, seperti tak berpenghuni, tapi entah mengapa aku lantas makin menjauh masuk ke dalam rumah.

Mencari ke kamar, ke dapur, bahkan ke kamar mandi. Ahh kurang ajarnya diriku yang memasuki rumah orang tanpa ijin. Kemudian seseorang menepuk pundakku dan membuat aku menjatuhkan gitar tersebut. Terlihat seorang wanita (ibu kali ya) bermata merah berdiri di belakangku.

Anyyeingaseo, boga sega oper suirta sertupa bisek sloder lopweu sdoen jieopa seklod Najeoun jsoen lains (halo, maaf sebelumnya saya hanya ingin memberi gitar ini kepada yang bernama Najeon)” kataku langsung pada intinya saja.

Ibu itu malah menunjuk ke arah ruang tamu, apakah dia menyuruhku untuk menaruh gitar ini di ruang tamu? Aku berjalan ke ruang tamu bersama ibu bermata merah itu, mata merahnya yang dingin itu membuatku merinding, ahh padahal itu soflen mengapa aku harus takut? Aku meletakkan gitar itu di atas sofa ruang tamu, mata ibu itu terus-terusan menatapku, aku pangling sendiri dibuatnya. Bisakah dia berkelip sekali saja saat menatapku?

“Obachan, koenaos loepsn aksoens jseodpja juie kao (bibi, aku permisi dulu maaf sudah mengganggu)” kataku sambil pergi buru buru.

Saat keluar dari rumah tersebut aku berpapasan dengan oppa Najeon, ahh betapa tampannya dia.

“Nadia Bismi?” tanyanya.
“Aiuhhh Anyeingaseo Najeoun, keour jiomas peirni kotraserauiops loerpa jksteip moerpakie (ahh halo najeon aku sudah meletakkan gitarmu di ruang tamu)” kataku.
“Komowo (terima kasih)” jawabnya sambil tersenyum.

Aku lantas langsung pergi, dan saat aku melihat Najeon membuka pintu rumahnya dengan kunci, lah kah bukannya tadi pintu rumahnya tak terkunci? Aku lantas langsung pergi tanpa bertanya lagi. Saat sampai di rumah aku menceritakan kejadian yang ku alami di rumah najeon pagi tadi pada Taehyung, dan kata Taehyung bahwa Oppa najeon tinggal sendiri di rumah tersebut, dia tak memiliki ibu atau pun ayah. Katanya sih ibunya sudah lama meninggal dengan cara gantung diri di rumah tersebut. Jadi ibu yang mata merah di rumah najeoun itu siapa dong?

Taehyung mengangkat bahu, kata taehyung lagi rumah oppa najeoun itu angker, makanya taehyung menyuruhku agar mengantarkan gitar itu ke rumahnya 😒 ahh sial jahat sekali kau taehyung, kataku sambil memukul punggungnya.

Dan hari-hari setelah kejadian itu saat aku ingin pergi ke pasar, ibu itu selalu ada si halaman rumah, apa cuma aku saja yang dapat melihatnya? Entahlah tapi dia selalu memperhatikanku saat aku melewati rumah itu, agak segan untuk bertanya langsung pada Oppa Najeon. Menurutku rumah najeon itu masih menjadi misteri, sebenarnya siapa ibu mata merah itu, aku tau itu mata soflen, tapi tatapan wajah pucat dan dinginnya itu loo mengerikan.

Pernah suatu hari aku melihat rumah najeon sepi tak berpenghuni, hanya ada seekor anjing penjaga di halaman rumahnya. Kadang juga saat aku melewati rumah itu di malam hari, kadang lampu di dalam rumah itu sering mati hidup berkali-kali, bisa juga sering ada suara gaduh yang terdengar saat aku melewati rumah itu padahal rumah tidak menghidupkan lampu saat itu.

Aku semakin merinding saat taehyung kembali bercerita kalau nejon sudah 2 minggu tidak ke sekolah, di telepon nomornya tak aktif, di kunjungi ke rumahnya tak ada orang. Lantas kemana najeon? Dan ada apa dengan rumah najeon itu? Ahh entahlah kapan-kapan kalau aku sudah menemukan kebenarannya, akan ku ceritakan lagi pada kalian sobat KCH. Sekian, wassalamualaikum.

WA: 081370400622
Fb: Bismi Jasein.