Anak Baru

Cerita Hantu > Cerita Hantu > Anak Baru

Assalamualikum kembali lagi sama aku pastinya hehehe. Yapp langsung ke ceritanya saja ya, selamat membaca. Heii selamat pagi dunia, sapaku di pagi hari yang mulai mendung ini. Yapp hari itu hari senin, seperti biasa aku ke sekolah lebih awal karena diriku ini piket. Saat itu aku masih kelas 2 SMP, yahh masih imut-imut gitulah hehee.

Ku telusuri koridor demi koridor sekolah, kulihat kanan kiriku terasa sangat sepi, apakah aku terlalu cepat datang ke sekolah? Aku pun berjalan kembali hingga sampailah diriku di kelas bertuliskan nama Kelas 8B ini. Aku mulai memasuki ruangan yang lumayan gelap karena efek mendung di luar juga. Aku pun memencet tombol lampu, dan saat lampu di hidupkan aku dikejutkan dengan seorang siswa laki-laki sedang duduk di kursiku.

Aku pun menghampirinya sembari berkata “maaf, ini tempat duduk aku, boleh kamu pindah ke tempat duduk lain” kataku. Dia menoleh ke arahku, mukanya yang pucat dan dingin membuatku merasa ragu kalau dia mau pindah, benar sekali dia tak mau pindah dari tempat dudukku. Akhirnya aku putuskan untuk duduk di tempat lain.

Read Another Stories:

Lantas aku berpikir, apakah dia anak baru? Tapi mengapa tak ada informasi kalau ada anak baru yang akan memasuki kelas kami. Aku pun menghampirinya lagi sembari berkata. “Kamu anak baru ya? Asal mana? Tumben banget anak baru datang awal” kataku.

Namun dia hanya terus menulis tanpa menggubris perkataanku. Uh dasar anak baru sombong, jika dia bukan laki-laki maka dari tadi sudah kujambak rambutnya. Aku mulai menyapu ruangan, jam sudah menunjukkan pukul 7 namun teman-teman kelasku tak ada yang datang. Apa karena mendung ini mereka lebih memilih melekuk di atas tempat tidur? Ah sudahlah, tak lama kemudian hujan mulai turun, aku terjebak dengan si anak baru ini di kelas, aku berdiri di pintu kelas memandang hujan yang makin lama makin deras.

Kemudian aku sesekali melirik ke arah anak baru itu, em kalau dilihat-lihat ya dia mirip sama oppa-oppa Korea gitu lo, mirip orang korea lah menurutku. Pasti banyak deh yang naksir dia ciaaa, aku melamun sambil berdiri di pintu kelas, hingga sebuah tangan dingin memegang pundakku.

“Sendirian saja” wah, wahh si anak baru ini mulai bicara.
“Iya, teman-teman belum pada datang, mungkin gak bakal datang kalau sudah hujan begini mah” jawabku.
“Namamu siapa?” tanyanya.
“Bismi” jawabku singkat.
“Nama yang bagus” katanya lagi yang membuatku memandangnya agak lama.
“Lantas namamu?” tanyaku.
“Sandi” jawabnya sambil tersenyum sedikit ke arahku.

Aku dan anak baru yang bernama sandi itu berdiri di pintu kelas sambil memandang hujan yang tak kunjung reda juga.

“Ah kalau begini aku mau pulang saja sandi, lebih baik kau pulang juga” kataku.

Sandi tersenyum dan kemudian memegang pundakku lagi sambil wajahnya mendekat ke wajahku. Aku yang saat itu syok setengah mati.

“Rumahku jauh, jadi tidak mungkin aku kembali sekarang, apa kau masih ingat tentang siswa yang kau tolong kemarin pagi”tanyanya.

Aku mengerutkan kening, dan kemudian aku dikejutkan dengan suara temanku rahmah memanggilku.

“Bismi, kukira kau tidak datang, ayo pulang bersama, sekolah diliburkan hari ini, tidak ada siswa yang datang karena hujan deras ini, ayo pulang” kata rahmah sambil menarikku.
“Sebentar dulu”kataku.

Dan saat itulah anak baru itu menghilang, ia tak ada di dalam kelas ataupun di sebelahku.

“Kau cari siapa bismi?” tanya rahmah.
“Anak baru di kelas kita, kan ada anak baru tadi pagi” kataku.
“Adeuhh jangan ngayal deh, aku ini sekretaris kelas, kalau ada anak baru yang mau masuk, wali kelas pasti memberitahukanku” kata rahmah yang membuatku terkejut.

Lantas anak baru tadi pagi itu siapa dong? Di perjalanan pulang baru aku teringat bahwa wajah sandi adalah wajah yang pernah aku lihat, apa mungkin sandi adalah siswa yang aku tolong karena bukunya jatuh kemarin di jalan raya? Dan saat aku melaju sekitar 7 langkah anak itu malah tertimpa truk saat ingin memotong jalan.

Aku yang ada di tempat kejadian itu pun merasa syok dan merinding. Ah dia anak itu pasti, kataku dalam hati. Jadi tadi pagi berarti itu, anak baru itu adalah anak yang kutolong mengambilkan bukunya yang terjatuh tadi pagi!. Sekian, wassalamualikum.