Angkernya Asrama SMP Dapura

Cerita Hantu > Cerita Hantu > Angkernya Asrama SMP Dapura

Assalamualaikum, selamat membaca. Sungguh hari itu aku tak ingin bersekolah, tapi apalah dayaku di tahun 2016 aku sudah menaiki kelas 3 SMP. Mau tidak mau aku harus rajin-rajin ke sekolah buat menghadapi UN nanti, yang paling aku sebalkan karena diriku akan tinggal di asrama SMP ku itu, karena papa dan mama yang sibuk, ditambah lagi rumah nenek dan kakekku yang lumayan jauh dari SMP ku itu.

Saat kelas 1 dan 2 SMP aku tinggal di rumah pamanku yang lumayan dekat dengan sekolahku. Tapi batinku berkata bahwa aku tak enak selalu merepotkan paman dan bibiku itu. Jadi ku putuskan agar aku menuruti keinginan mama agar tinggal di asrama saja.

Yapp dengan bawaan koperku di pagi minggu itu, aku merasa hawa aneh saat berada tepat di depan asrama itu. Bangunan besar dan lumayan sudah tua itu. Agak cocok untuk bermain film horor, tiba-tiba teman sebangku Ifah mengejutkanku dari belakang.

Read Another Stories:

“Welcome to asrama Dapura” kata ifah mengejutkanku.
“Apa sih, kalau bukan karena mamaku, aku gak ingin tinggal di asrama” kataku ketus.
“Ayolah ku antarkan kau ke kamarmu” katanya lagi sambil menarik paksa ke kamarku.

Ahh sial kamarku berada di paling pojok di lantai 2, bisakah kamar yang lain? Kenapa harus di pojok yang gelap, sepi, apalagi hening seperti ini.

“Lahh salahmu sendiri mengapa tinggal di asrama saat kelas 3, yang bagus-bagus sudah ditinggali sama adik leting kita kelas 1, makanya jadi senior itu jangan banyak protes” begitulah kata ifah yang mrmbuatku jengkel.

Aku memasuki kamar itu, terlihat 2 orang siswi sepertinya adik letingku sedang mengerjakan tugas di atas tempat tidurnya. Melihat diriku masuk mereka langsung menyapa dan mengenalkan diri.

“Halo kak, namaku Sarah dan ini Yuni, kami masih kelas 2” kata sara mengenalkan dirinya.
“Halo juga, kakak bismi” kataku sambil tersenyum.

Ku masukkan bajuku dari koper kedalam lemari yang telah di sediakan itu. Kemudian samar-samar aku mendengar suara gaduh dari kamar sebelah.

“Siapa sih di kamar sebelah, kok ribut banget ya” kataku pada sarah dan yuni.

Yuni dan sarah saling berpandangan.

“Sudahlah kak, jangan dipikirkan, biarkan saja” kata yuni.

Aku tak begitu mempermasalahkannya hingga teleponku berdering.

“Halo, bismi kamu masih di kamar? Ayolah ke lantai 1 ke kamarku, hari ini hari minggu, ayolah kita main-main keluar” ajakan ifah membuatku agak bergegas merapikan bajuku.
“Kak, kalau keluar asrama pulangnya jangan malam-malam ya” kata sarah.

Aku hanya mengiyakan. Aku dan ifah jalan-jalan ke komplek di dekat asrama. Tak terasa hari itu sudah mau maghrib. Ifah mengajakku agar segera pulang, tapi diriku ingin diluar dulu untuk saat ini. Ku lihat ifah agak gelisah melihat diriku tak mau kembali ke asrama. Tapi aku berjanji padanya tak akan pulang malam-malam, mau tidak mau ifah pun pulang duluan ke asrama Dapura.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, aku bergegas pulang karena takut pintu asrama ditutup. Ahh tapi sayang pintu asrama memang sudah tertutup, jadi terpaksa diriku memanjat tembok yang berada paling belakang asrama. Ku telusuri kamar tiap kamar di lantai 2 hingga aku terhenti karena mendengar langkah kaki yang seperti mengikutiku.

Kemudian aku berjalan lagi, namun langkah kaki itu kembali terdengar. Aku berpaling ke belakang, tapi tak ada siapa-siapa disitu. Ku lihat kanan kiri semuanya terasa sepi, apakah penghuni asrama semuanya sudah pada tidur? Tapi inikan masih pukul 9 lebih! Ahh sudahlah aku berjalan lagi hingga aku melihat yuni berjalan ke arah dapur asrama.

“Yuni kamu mau kemana? Ayo ke kamar” kataku padanya.

Yuni hanya melihatku dengan tatapan dingin kemudian ia menunjuk ke arah dapur.

“Oh ya sudah kalau kamu memang mau ke dapur, tapi ntar nyusul cepat-cepat ke kamar ya, kakak beli burger lo ini” kataku sambil menunjukkan burger padanya.

Aku berjalan kembali hingga saat aku ingin membuka pintu, aku mendengar suara gaduh lagi di kamar sebelah ini. Dengan nada kesal aku mengetuk pintu kamar itu.

“Heii, bisa gak sih jangan ribut, ini bukan bar jadi jangan sok ribut gitu, ganggu ketenangan tidur orang saja deh” kataku dengan nada kesal.

Tak ada respon dari dlaam hingga aku melihat seseorang berdiri mematung di sepanjang lorong asrama, ingin rasanya aku berjalan ke arahnya, tapi tiba-tiba tanganku ditarik oleh yuni.

“Kakak, kenapa pulang larut banget, kan sudah dibilangin jangan pulang malam” kata yuni.
“Lahhh kamu ngapain di sini, bukannya tadi kamu ke dapur?” kataku.
“Ke dapur apanya kak? Yuni sedari tadi di kamar” jelas sarah.

Kemudian akhirnya sarah dan yuni menceritakan tentang hal ganjil di asrama ini. Asrama Dapura ini dulunya adalah bekas bangunan pada penjajahan jepang dulu, jadi pantas saja jika dari luar kelihatannya memang asrama ini sudah tua. Banyak penampakan yang sering mereka lihat di sepanjang jalan asrama ini, kadang ada penampakan siswa yang gantung diri, darah dimana-mana, siswa yang menari-nari, terus bahkan teriakan minta tolong.

Bahkan kamar di sebelah merupakan kamar kosong yang tak pernah ada siswa yang tinggal di dalamnya. Makanya jika mendengar suara gaduh atau apapun itu mendingan hiraukan saja. Begitulah penjelasan yuni dan sarah padaku. Masih banyak lagi penampakan di asrama SMP dapura, itu baru di lantai 2 saja lo. Belum lagi di lantai 1 atau di asrama pria. Kapan-kapan aku ceritakan lagi ya. Sekian, wassalamualaikum.

WA: 081370400622
Fb: bismi jasein