Tetangga Sebelah

Cerita Hantu > Cerita Hantu > Tetangga Sebelah

Assalamualaikum reader. Aku punya nenek yang berada di Aceh Tengah, sore itu tepatnya hari rabu di tahun 2018 lalu kalau gak salah bulan maret aku dan abang sepupuku rencananya ingin mengunjungi nenekku ini. Kisah nyata ini aku sendiri yang mengalaminya bersama dengan temanku di kampung nenekku itu.

Bisa dikatakan sekitar 4 jam dalam perjalanan menuju rumah nenek, aku juga saat itu ngerasa aneh gak tau juga kenapa bisa begitu. Tak lama kemudian akhirnya aku dan bang akmal sampai di rumah nenek, nenek yang sudah lama sekali tak melihatku malah memelukku dan mencium dahiku saking merindukannya.

Setelah shalat dzuhur aku pun membantu nenek menyiapkan makan siang, sedangkan bang akmal alahh biasa nongkrong bersama teman-temannya di warung depan. Aku lantas keluar rumah untuk memanggil bang akmal untuk segera makan, dan saat itu pula aku melihat rumah yang berada di sebelah rumah nenekku ini.

Read Another Stories:

Terlihat berantakan sunyi dan sepi seperti tak berpenghuni, padahal terakhir aku kesini aku ingat bahwa rumah itu juga kosong. “Woy ngelamun aja cantikku”, kata bang akmal yang mengejutkanku. Setelah makan siang akhirnya aku minta ijin nenek agar aku jalan-jalan di desa ini, awalnya nenek tak mengijinkan karena takut terjadi apa-apa denganku apalagi aku masih berumur 17 tahun.

Hingga akhirnya nenek mengijinkanku berkeliling tetapi di temani sama bang adam, yapp bang adam ini itu teman bang akmal tapi teman aku juga. Setau aku bang adam dari dulu menyukaiku, tapi ya gimana ya aku sudah menganggapnya seperti abangku sendiri. Bang adam ini orangnya ganteng banget lo, putih, soleh, ditambah lagi ada lesung pipinya itu.

Aku dan bang adam akhirnya berkeliling di desa nenekku itu, lantas aku memberanikan diri bertanya tentang rumah tetangga di samping rumah nenekku itu, awalnya bang adam enggan untuk menceritakan, tapi karena aku desak terus akhirnya dia menceritakannya. Katanya itu rumah mbok Naila, dia bunuh diri karena depresi suaminya selingkuh, bahkan dia juga tega membunuh anak bayinya sendiri yang masih berumur 2 bulan, dan sejak kejadian itu rumah itu di kosongkan, kejadian ini sudah lama terjadi, bahkan adam lupa di tahun berapa kejadian itu terjadi, soalnya nenek adam sendiri yang menceritakannya pada adam.

Sudah sekitar 1 jam aku berkeliling bersama bang adam, kulihat para gadis desa agak tak suka melihatku berdekatan dengan mas adam. Adeuhhhh maaf ya kak dek hehehe, aku pun sampai rumah nenek jam 4 sore, cuaca hari itu juga mulai mendung, hingga aku melihat sekilas ke rumah tetangga sebelah itu.

Lah, lahhh aku melihat wajah menyeramkan dari balik jendela, wajah wanita seram sambil wajahnya melotot melihat ke arahku. Bang adam yang melihatku seperti itu pun mengejutkanku “kamu lihat apa dek?” katanya. Aku hanya berkata tidak apa-apa.

Malam pun tiba, saat ingin shalat isya aku juga sering mendengar tangisan dari rumah tetangga sebelah itu. Kata nenek tak usah dipikirkan lagi, itu hanya halusinasi aku saja. Tapi aku tak main-main semakin penasaran, akhirnya aku keluar rumah dan melihat ke rumah sebelah itu. Suara tangisan teriakan bercampur menjadi satu dan saking penasarannya aku pergi ke rumah itu dan menggedor-gedor pintu memanggil nama kak “kak, kaak buka pintunya, kakak kenapa?” kataku teriak.

Nenek dan bang akmal keluar rumah dan menghentikan diriku yang dikira sudah gila ini. Hingga aku pun merasa wanita itu mulai menampakkan dirinya juga di sela-sela jendela, aku melihat dia tersenyum manis dengam muka seramnya, dan tak lama kemudian aku pun merasa semuanya gelap. Saat aku tersadar dan ternyata itu sudah pagi, aku melihat bang adam yang duduk di sampingku.

Aku tersenyum melihatnya tersenyum padaku, “sayang kamu sudah sadar?” kata nenek mengusap rambutku dengan manjanya. Entah apa yang terjadi tadi malam, nenek, bang akmal dan bang adam tak mau menceritakannya kepadaku hingga saat ini. Saat aku ingin pulang ke rumah kakek di Aceh Bireuen, aku juga sempat melihat sekilas ke rumah tetangga sebelah itu, masih berantakan sunyi dan sepi.

Rumah yang penuh dengan kesedihan dan pesadisan, dan di sela-sela jendela wanita seram itu melihat aku lagi. Aku lantas syok dan memalingkan wajahku ke arah lain, saat aku pergi aku juga mengucapkan terima kasih kepada bang adam dan sebelum aku pergi bang adam mengatakan ini kepadaku, “Dia berharap kamu kembali kesini, dia menyukaimu, aku juga dapat melihatnya, kapan-kapan aku kubuat kau bertemu dengannya”.

Kata-kata bang adam itu membuatku terkejut dan tersenyum. Aku hanya mengangguk membalas perkataan bang adam, selesai. Wassalamualikum.

WA: 081370400622
Fb: Bismi Jasein
Ig: @bisminadia1108