Dead (Mati)

Cerita Hantu > Cerita Mistis > Dead (Mati)

Assalamualikum, selamat membaca. Aku menghela nafas panjang, mau sampai kapan aku tinggal di rumah paman. Sudah 2 bulan ini aku tinggal di rumah paman, pertengkaran mama dan papa membuatku agak malas tinggal di rumah. Aku menunggu bus sekolah di halte bus, yapp 2019 tepatnya bulan maret aku menyiapkan diri untuk mrnghadapi ujian UNBK, emm biasalah aku sudah kelas 3 SMA.

Jadi jadwalnya sangat padat apalagi harus pergi les selama 4 hari dalam seminggu. Bus yang ku tunggu akhirnya tiba, saat di dalam bus aku menemukan amplop merah di dalam tas sekolahku. Yahhh apa ini? Perasaan aku tak pernah memasukkan amplop ini ke dalam tasku. Aku mulai membuka isi amplop itu yang ternyata hanyalah seutas kertas kecil yang bertuliskan kata Dead (Mati).

Aku mengerutkan kening pertanda heran, apa maksudnya? Tanpa pikir panjang aku langsung membuang amplop merah itu ke luar jendela bus, seseorang sedang menatapku sedari tadi tapi aku tak menghiraukannya. Sampailah aku di sekolah SMA ku tercinta, ku sambut teman-temanku di kelas dengan candaan.

Read Another Stories:

Kelas pun dimulai, tetapi saat diriku ingin mengambil bolpoin ke dalam tas, amplop merah bertuliskan Dead itu kembali muncul. Aku keluar kelas dan membuang amplop itu ke tong sampah. “Kenapa sayang?” tanya ketua kelasku yang sok kegantengan ini.

Yahh ganteng sih 😂 dia memang selalu memanggilku dengan sebutan sayang. Aku sudah beberapa kali mengatakan padanya untuk tidak memanggilku dengan sebutan itu tapi entah mengapa dia selalu memanggilnya.

“Ndak papa, ya udah sana, ngapain disini?” jawabku.
“Di teror ya?” katanya lagi.
“Ishhh sok tau kau” kataku sambil memasuki kelas kembali.

Aku duduk di kantin sekolah bersama dengam Lita adik kelasku, aku ceritakan semuanya pada Lita tentang amplop bertuliskan Dead itu.

“Wahh kakak kena kutukan itu, kakak memang gak dengar hal yang kakak alami sama kayak teman aku alami, namanya jena kak dia juga selalu dapat surat amplop merah bertuliskan dead itu” kata Lita.
“Ahh ngarang kamu, masih saja percaya tentang kutukan itu” jawabku.
“Benar kak, kakak coba pikir lagi deh, kakak ngelakuin apa pas kemping kemarin sore?” tanya Lita.
“Gak ada, kecuali memasuki satu rumah tua, cuma sebentar sih, terus keburu balik lagi ke area kemping” jawabku.

“Nah itu dia kak, temanku itu juga masuk ke dalam rumah tua itu, katanya rumah itu angker dan terkutuk, pokoknya gitulah” katanya sambil menikmati air kelapa.
“Terus teman mu itu sekarang bagaimana?” tanyaku.
“Emm dia sudah Mati kak, dia cantik lo kak, apalagi kakak kan cantik, pastilah hantu perawan itu suka kakak” katanya.

Di perjalanan pulang aku masih teringat dengan perkataan Lita di sekolah tadi, ahh yang benar rumah itu angker, dan tentang amplop merah bertuliskan dead itu bagaimana? Kemudian berterbangan satu amplop merah di hadapanku. Aku mengambilnya dan merobek-robeknya. Dapat kulihat tulisan Dead itu terpecah belah, aku menangis di tengah jalan. Hingga aku lupa bahwa sebuah mini bus hampir menabrakku, tetapi untung ada seorang ibu yang menarikku ke tepi jalan.

“Kau sudah gila nak, kenapa kau menangis di tengah jalan?” katanya.
“Ahh tak apa buk, terima kasih” kataku sambil pergi.

Aku terduduk lemas di atas kasurku, aku kemudian terbaring, dan saat aku ingin mengambil bantal guling yang kudapati malah amplop merah di atas gulingku. Aku mengambilnya dan membukanya dan sama saja yang bertuliskan itu hanyalah 4 kata saja (DEAD). Apa aku akan mati? Ahh sudahlah dan jika aku Mati itu sudah takdirku, apakah dengan kematianku papa dan mama akan merasa sedih? Yahh mungkin mereka akan bahagia kehilanganku, tak ada lagi beban atau apalah itu.

Kemudian aku berlari keluar dari rumah paman, aku berdiri mematung di tengah jalan, suara ramai mulai meneriakiku untuk minggir, tapi naas sebuah truk besar menghantam diriku yang lemas ini. Tak dapat ku kontrol tubuhku yang bergerak sendiri ke tengah jalan. Yahh dan sekarang aku telah Dead, tak ada kata lagi yang terucap dari mulutku ini. Wassalamualikum.

WA: 081370400622
Fb: Bismi jasein