Kesendirian

Cerita Hantu > Cerita Sedih > Kesendirian

Assalamualaikum, selamat membaca. “Halo”, sapaku di seberang telepon sana. Ahh aku tak mau mendengar makian pacarku itu, terserah apa maunya dia, dia ingin putus denganku atau apalah itu aku tak peduli lagi. Sudah berapa kali aku jelaskan bahwa hubunganku dengan mas adam itu hanyalah sebatas teman saja, tapi entah mengapa rasa cemburunya itu membuatku merasa muak bertahan dengannya.

Ahh sudahlah dari dulu aku memang sendiri, sendirian dalam kesedihan maupun kebahagiaan. Saat dulu diriku masi punya Pau Paw maka aku tak kesepian lagi, tapi kini dia tak ada, aku merasa kesendirian itu datang kembali. Kemudian datanglah sebuah pesan whatsapp dari nomor tak di kenal

“Kau sendirian?” begitulah pesannya.
“Iya memang kenapa?” balasku.
“Aku akan menemanimu, tapi hanya sebentar” balasnya lagi.

Read Another Stories:

Aku mematikan handphone, aku tak mau lagi bermain hp untuk sementara ini. Hingga kursi di sampingku mendadak bergeser sendiri. Aku terbengong, apakah hanya halusinasiku saja? Ahh sudahlan aku haus, aku akan ke dapur.

“Bik buat susu dong” kataku pada bik onnah.
“Baik nak bismi” jawab bik onnah.
“Papa mana bik?” tanyaku lagi.
“Papa di rumah Bunda (istri ke 2) nak bismi, katanya nanti singah di rumah ibu juga (istri ke-1)” jawabnya.
“Ouhh baguslah, aku harap merka tak singgah kesini” kataku sambil berlalu membawakan segelas susu panas.

Saat aku bukakan pintu kamarku, ku dapati seorang perempuan berpakaian jingga di dalam kamarku.

“Siapa kamu?”,tanyaku.

Perempuan iu hanya tersenyum sedikit di balik wajah pucatnya itu. Kemudian dia menghilang di depan mataku sendiri. Aku tak terkejut maupun syok, karena aku tau dari auranya saja dia memang bukan manusia. Aku duduk kembali di atas meja belajarku, ku hidupkan hp kembali, kemudian pesan whatsapp itu datang kembali.

“Kau selalu sendiri” begitulah yang tertera.
“Apa maumu?” tanyaku.
“Sendiri itu menyedihkan” katanya lagi.

Ahh bodo amat aku peduli tentang hal sendirian itu, hingga aku melihat ke arah jendela. Perempuan itu berdiri menempel di jendela. Sambil memamerkan senyum liciknya di balik muka pucatnya itu. Kemudian dia tertawa sambil meneteskan sedikit air mata. Dasar makhluk menyedihkan (gerutuku dalam hati).

Yah aku memang sendiri, dari awal memang aku sendiri. Entah mengapa aku selalu sendiri. Aku tak suka jika harus bepergian bersama teman-teman yang lain, entah mengapa? Aku pun tak tau mengapa hal itu bisa terjadi. Sekian, wassalamualaikum.