Aku Ingin Mati

Cerita Hantu > Cerita Seram > Aku Ingin Mati

Assalamualaikum, selamat membaca. Aku terduduk lesu di atas tempat tidurku, tak terasa air mataku pun mengalir. Hari ini aku merasa sangat kacau, papa dan mama telah resmi bercerai mulai hari ini. Sedangkan pertengkaranku dengan kakak ku pun semakin menjadi-jadi.

Pernah terlintas dipikiranku agar Allah mengambil saja nyawaku ini, aku sudah muak dengan sandiwara dunia yang menyedihkan ini. Udara di luar mulai dingin, langit hitam pun mulai datang dan menangis. Aku di rumah bersama dengan bibi onnah, pembantuku yang selalu saja siaga mendengar curhatanku, dan tak lama kemudian pintu diketuk. Aku beranjak dari tempat tidur dan mulai membukakan pintu.

“Ada apa bik?” tanyaku.
“Ini bibik buat susu panas buat nak bismi” kata bibik.
Aku tersenyum “terima kasih bik” jawabku.
“Nak bismi bagaimana dengan nak wulan, apakah sudah baikan?” tanya bik onnah padaku.
“Tak tau lah bik, kakak sepertinya membenciku, sudahlah ini memang salahku bik bukan dia, bik aku ingin sendiri dulu ya, kalau zami datang bilang saja aku tak ingin di ganggu” kataku sambil menutup pintu.

Read Another Stories:

Selain hubungan papa dan mama usai, hubunganku dengan kakakku sedang tidak baik-baik saja, ditambah lagi hubungan percintaanku dengan zami yang sebentar lagi juga akan retak atau tidak. Ahh sungguh aku ingin mati saja 😭.

Aku mulai melamun lagi diatas kursi meja belajarku, hingga kemudian aku merasakan sosok wanita menempel di jendelaku. Aku merinding, kakiku mulai mendingin, di atas meja belajarku ada sebuah kaca kecil, aku mengambilnya dan mulai mengarahkan ke jendela kamarku.

Ahh benar saja wanita seram berpakaian putih kecoklatan sedang menempel di luar jendelaku, lama-lama pakaian wanita itu mengeluarkan darah, aku memalingkan wajah ke arah lain, aku tak ingin melihat kaca itu lagi dan dapat kurasakan sosok wanita itu mulai mendekatiku.

Suaranya yang seram terngiang-ngiang di telingaku, hingga kemudian aku pun memalingkan wajah ke arah jendela dan wanita itu sudah menghilang, tetapi ada sebuah tulisan merah yang tertulis di kaca jendela. “Kau Ingin Mati?”. Aku terkejut, apa maksudnya? Bagaimana dia tau kalau Aku Ingin Mati! Kemudian aku keluar dari kamarku dan menuju ke dapur untuk menemui bik onnah.

“Bik papa mana?” tanyaku.
“Papa ke Palembang tadi pagi nak bismi, ada proyek baru disana, katanya dia seminggu disana” jawab bik onnah.
Ahh papa pergi lagi, “kalau mama?” tanyaku Lagi.
“Emmm kalau mama pergi ke Malaysia tadi pagi juga nak bismi, soalnya calon suami mama nak bismi dari sana” jawab bik onnah lagi.

Aku heran kenapa hari ini aku sangat kacau, semenjak papa dan mama bercerai, aku memutuskan untuk tak berbicara atau membalas pesan whatsapp mereka. Aku berjalan menuju ke ruang tamu, ku hidupkan TV dan mulai menonton, tetapi kilatan cahaya memberhentikan acara menontonku.

Aku melihat ke arah jendela lagi, ahh wanita itu berdiri di sana dengan mulutnya yang tersenyum lebar seperti Momo. Kemudian dia mengangkat sesuatu di tangannya dan itu adalah sabit, dan sepertinya dia mengajakku agar Mati bersama. Aku berdiri dan berjalan ke arah jendela ruang tamu, aku berdiri di jendela dalam, sedangkan wanita itu berdiri di luar jendela.

Kami saling menatap satu sama lain, mukanya yang seram itu membuatku agak jijik melihatnya. Kemudian dia berkata padaku “Ayo Mati Bersama” sekian, Wassalamualaikum.

WA: 081370400622
Fb: Bismi Jasein