Dimensi Lain

Cerita Hantu > Cerita Seram > Dimensi Lain

Assalamualaikum wr, wb, selamat membaca. Aku terbangun dari tidurku pagi itu, terbangun karena suara handphone yang terus berbunyi. Tertera di layar handphone tertulis nama Mama, ahh aku malas mengangkat apalagi harus mengobrol dengan mama.

Pertengkaranku dengan mama kemarin sore membuatku merasa muak bicara dengannya. Kemudian hp ku mulai berhenti berbunyi, dan tak lama kemudian datanglah pesan whatsapp dari mama “Sayang, uangnya sudah mama kirim ya 2 juta buat kamu, simpan baik-baik ya dan juga jangan terlalu boros” begitulah pesan mama padaku.

Aku bukannya senang dengan uang pemberian mama itu, kalau bukan karena membeli buku LKS yang lumayan banyak, aku tak akan pernah mau meminta uang mama. Yahh aku langsung mandi dan berangkat ke sekolah, muka yang cemberut terpaksa memberi senyuman untuk sekokah. Yahh aku sudah kelas 3 SMA, jadi mau tidak mau harus rajin-rajin ke sekolah untuk belajar menghadapi UN nanti. Kemudian di tengah jalan menuju sekolah, papa malah meneleponku.

Read Another Stories:

“Sayang, kamu diamana? Ayo makan pagi, ini kan masih awal, cepat ke cafe 88 papa tunggu disitu ya” kata papa di seberang telepon padaku.

Sebelum aku menjawab tidak mau si papa malah menutup teleponnya. Mau tidak mau aku putar balik motorku ke arah cafe 88, apalagi pagi itu masih pagi, pasti di sekolah masih tak ada siswa yang datang. Akhirnya aku sampai di cafe 88, papa dan aku pun memesan makanan pagi kami. Aku tak banyak berbicara, hanya diam saja sedari tadi, menjawab pertanyaan jika papa bertanya padaku, hingga papa serius mengatakannya padaku tentang hal ini.

“Sayang, papa harap kamu mau memaafkan papa, apa pun yang terjadi kamu tetap anak papa” kata papa padaku.
“Intinya saja pa, tak usah berbelit-belit” jawabku yang mulai merasa mulai terganggu dengan apa yang akan di ucapkan oleh papa.
“Papa dan Mama akan bercerai, papa dan mama tak mungkin bersama lagi, lagi pula mama juga sudah mendapat pengganti papa” kata papa padaku.

Aku tak terkejut lagi jika papa mengatakan hal itu padaku, karena aku sudah tau hal itu akan terjadi.

“Ya sudah pa, aku berangkat sekolah dulu ya, salam buat ibu dan bunda” kataku sambil pergi.

Papaku memiliki 3 istri, ku panggil ibu untuk istri pertama papaku, ku panggil mama kepada orang tua kandungku sekaligus istri ke-2 papaku, dan kupanggil bunda untuk istri ke-3 papaku. Tanpa sengaja aku meneteskan air mata saat tiba di sekolah, tapi ada apa dengan sekolahku? Kenapa suasananya sangat sepi dan sunyi.

Padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah 8, tidak seperti biasanya sekolahku seperti ini. Aku menelusuri koridor demi koridor sekolah, ku lirik kanan kiri tak ada juga siswa yang hadir. Kemudian aku pergi ke kelasku di 12 IPS 1, tapi masih saja tetap kosong, hingga seseorang menepuk pundakku.

“Ayo masuk” kata dwi teman sebangkuku.

Aku pun masuk tanpa curiga sedikitpun, tak lama kemudian 1 persatu teman kelas ku pun berdatangan. Tapi ada yg aneh dengan mereka, mereka semua berpenampilan sangat dingin dan pucat. Tak ada satu katapun yang terucap dari mulut mereka tak seperti biasanya yang kalau gak ada guru kelasku ini seperti pasar malam yang lumayan sekali ribut.

Tak lama kemudian buk lia pun memasuki kelas, wajah buk lia juga dingin dan putih memucat, aku jadi merinding jika melihat buk lia dan seluruh isi kelas ini. Buk lia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, ya dan sepertinya itu sebuah kotak makanan. Lah kenapa buk lia mau makan di dalam kelas? Bukannya dilarang ya? Padahal buk lia adalah tipe orang yang tidak suka melanggar aturan.

Tatapan teman-teman kelasku malah membuatku mengeluarkan keringat dingin, aku minta ijin keluar kelas sama buk lia. Tapi buk lia malah melotot padaku, aku duduk kembali karena seisi kelas juga menatap ke arahku. Buk lia mulai membuka kotak makanan, dan saat itulah aku muntah di atas mejaku, melihat buk lia memakan otak manusia dan juga usus manusia.

Teman-temanku juga mulai mendekatiku dengan tatapan seperti aku ini adalah mangsa mereka semua. Aku berteriak dan berusaha kabur dari cengkaraman mereka semua, hingga kaki ku tak sengaja di gigit dan mengeluarkan darah segar. Aku berlari ke pintu gerbang sekolah, ah sial tak bisa dibuka, kemudian seluruh isi sekolah malah berjalan ke arahku, seolah-olah memang aku ini adalah seperti seekor kijang yang sedang diburu. Aku tertunduk lemas dan menangis, ku tutup mataku sambil berlutut. Hingga kemudian seseorang membangunkanku.

“Bismi bismi, heii bangun kamu kenapa teriak sendiri gak jelas gitu? Ayo bangun kelas mau di mulai” kata seseorang yang menggoyang-goyangkan tubuhku.

Aku tersadar, keringat dingin keluar sangat banyak di pagi hari itu, ah ternyata aku tertidur, ah tapi itu tadi benar-benar seperti nyata dan aku merasakan baru saja sepertinya tadi aku berada di Dimensi Lain, ya seperti dimensi alam gaib yang membawaku kesana.

“Aku heran denganmu, tadi pagi kau menghilang dan tiba-tiba kau sudah ada di mejamu sambil tertidur, kemana saja kamu?” kata dwi teman sebangkuku.

Aku hanya menjawab tak apa-apa, dan disitulah akhirnya aku tau tersadar bahwa diriku tadi baru saja terjerumus ke Dimensi Lain. Sekian, wasalamualaikum.

WA: 081370400622
Fb: Bismi Jasein