Jalan Anggrek

Cerita Hantu > Cerita Seram > Jalan Anggrek

Assalamualikum reader semua, langsung ke ceritanya ya. Selamat Membaca.

“Sayang buka pintunya”, ucapan nenek mengejutkanku dari lamunanku.
“Sebentar nek”, jawabku sambil bergegas membukakan pintu untuk orang yang sangat ku sayangi ini.
“Nenek kehabisan tabung gas, boleh minta tolong kamu belikan gas di toko pak amat di jalan anggrek”, kata nenekku.
“Aduh nenek ini mengapa tak katakan dari tadi, ya sudah sini uang dan tabung gasnya”, jawabku.

Sudah 3 hari berturut turut ini aku menginap di rumah nenek, ya seperti itulah pertengkaran mama dan papa membuatku merasa tak nyaman berada di rumah sendiri. Aku terpaksa jalan kaki menuju toko pak amat karena motorku mendadak kempes.

Read Another Stories:

Yang ku tahu dari teman-teman di kampung nenekku, jalan anggrek itu lumayan angker di saat malam hari, tapi entah pada jam 5 sore ini apakah jalan itu bisa dikatakan angker atau tidak aku tak tau. Tak terasa tibalah aku di jalan anggrek yang lumayan sepi, cuma terdapat 1 penjual buah-buahan di samping jalan.

“Mau kemana dek sore-sore begini, jalan kaki lagi”, kata mas yang jualan buah.
“Ini mas mau beli gas di toko pak amat”, jawabku.
“Sebaiknya cepat-cepat saja belinya dek, soalnya di depan lumayan gelap tempatnya, apalagi cuaca kayaknya mau hujan ini”, kata mas itu lagi.

Aku hanya mengangguk sembari tersenyum dan bergegas melangkah ke toko pak amat. Benar kata mas penjual buah tadi, jalan anggrek ini memang ke depannya lumayan gelap. Kenapa tidak karena kanan kiri yang terlihat hanyalah pohon kelapa, durian, mangga, dan pohon bambu. Aku percepat langkahku dan aku tau saat itu hujan rintik-rintik mulai turun. Hingga entah mengapa aku mengeluarkan keringat dingin, perasaan ku makin lama makin tak enak, aku merasa seperti ada seseorang yang memperhatikanku dari tadi.

Kemudian aku memberanikan diri melihat ke belakang, dan saat aku berbalik ke belakang aku melihat seorang nenek tua memegang tongkat sedang berjalan sembari memegang 1 kertas plastik hitam. Karena kasihan akhirnya aku menghampirinya.

“Mau kemana nek, saya antar ya”, kataku.
“Mau ke toko depan cuk, cuk kamu orang baru disini, nenek baru melihatmu sekarang”, katanya.
“Iya nek, saya cucunya nek Maria, mari nek saya antarkan”, jawabku.

Akhirnya aku mengantar nenek itu ke toko yang dimaksudkan tadi, tetapi si nenek ini sedari tadi tak henti-hentinya menatap wajahku. Apa aku terlalu cantik apa gimana ya hahahhaha kenapa enggak, sore aku aku memakai baju warna pink dan rok hitam. Jadi wajar jika warna bajuku ini menarik mata si nenek untuk melihatnya.

“Terima kasih cuk”, kata nenek itu.
“Sama sama nek, saya pergi dulu ya”, kataku sembari berlalu.

Akhirnya aku tiba di toko pak amat, pak amat yang melihatku langsung menegurku hingga membuatku syok setengah mati.

“Kamu si bismi cucunya Nek maria kan? Ahhh kamu cantik sekali dan sudah besar sekarang, kenalkan saya pak amat, sahabat mama kamu waktu masi SMA dulu”, katanya sembari tersenyum.
“Hehehe salam kenal pak, saya syok bapak kenal saya, pak saya mau beli gas dong”, kataku.

Pak amat pun memberikan tabung gas yang baru, dan tak terasa cuaca semakin mendung.

“Nak bismi pergi jalan kaki ya, pulang bareng sama pak amat saja ya, masa anak gadis sepertimu pulang sendirian jalan kaki lagi”, kata pak amat.

Aku tertawa dan mengiyakan, ayolahhh kapan lagi dapat tumpangam gratis hahahha. Nah di perjalanan pulang di jalan anggrek. Aku merasa heran dengan toko yang ku antarkan nenek tadi itu, hingga aku bertanya pada pak amat.

“Pak bukannya tadi disitu ada toko ya, seperti toko pak amat juga, tapi agak mirip toko pakaian gitu, tapi ada makanannya juga”, kataku.
“Ahhhh mana ada nak bismi, di jalan anggrek ini yang ada cuma toko bapak, atau enggak penjual buah yang di depan”, jawab pak amat.

Lah jadi nenek yg aku antarlan tadi siapa dong?

“Tadi aku antar seorang nenek pak di toko tadi yang aku bilang”, kataku.
“Kah lahhhh itulah nenek ami nak bismi, nenek ami itu memang sering menampakan diri di jalan anggrek apalagi kalau malam hari, sebaiknya kalau kamu bertemu si nenek ini lagi lebih baik jalan saja dan tidak usah menghiraukannya, memangnya nek maria tidak mengatakan padamu kalau jalan anggrek ini angker”, kata pak amat panjang lebar.

Aku menjawab tidak, dan aku melihat sekilas ke belakang motor, ya Allah si nenek itu malah berada di ujung jalan sambil memakan sesuatu dari kantong plastik, dan saat aku melihatnya dengan teliti. Ya Allah itu usus manusia.

Jalan anggrek ini sungguh angker sobat KCH, bukan nenek ami saja yang ada, tetapi miss kunti, pak pocong, dek tuyul, bahkan genderuwo juga ada, kata orang-orang kalau malam pak amat tak membuka tokonya, dan juga kalau malam hari jalan anggrek ini sangat sepi. Cukup sekian, wassalamualaikum.

WA: 081370400622
Ig: @bisminadia1108
Fb: bismi jasein