Naik Bus Hantu

Cerita Hantu > Cerita Seram > Naik Bus Hantu

Cerita ini merupakan kejadian yang dialami oleh pamanku sendiri pada tahun 2009, jadi begini kisahnya, malam itu jam telah menunjukan 22.30 dan pamanku barusan pulang lembur dari tempat kerja yang berada di Cikampek, karena ini malam sabtu berarti dia besoknya libur kerja, akhirnya dia memutuskan langsung ke Terminal untuk naik bus dengan tujuan ke Bandung.

(Karena dia memang aslinya orang sunda, dia di Cikampek ngekost). Malam itu tidak seperti malam biasanya, di dalam bus cuman ada 3 orang (pamanku, sopir, kondektur). Singkat cerita, ketika bus ini akan memasuki Tol, ban belakang bus tersebut itu pecah, dan kebetulan si sopir ini lupa tidak bawa ban cadangan. Pamanku pun lalu bertanya kepada sang sopir bus itu.

“Pak gimana ini bannya gak bisa di ganti kah?” tanya pamanku.
“Waduh maaf, saya tadi juga lupa nggak bawa ban cadangan” jawab sopir bus itu.
“Waduh terus saya gimana pak?”.
“Oh gini aja, masnya nunggu di pinggir jalan ini saja, mungkin nanti ada bus lain”.
“Bapak itu serius ya? Masa jam segini masih ada bus ke Bandung?”.
“Pasti ada kok, tapi hati-hati ya” ucap sopir itu sambil berlalu meninggalkan pamanku.

Read Another Stories:

Tak lama setelah sopir itu pergi, nampak dari kejauhan sebuah bus yang terlihat sudah usang dengan tulisan Cikampek-Bandung terpampang jelas dikacanya terlihat berjalan pelan menghampiri, pamanku pun langsung naik bus itu. Ketika didalam bus, pamanku heran, hawa di dalam bus itu terasa sangat sejuk dan nyaman, berbeda sekali dengan hawa yang diluar dan juga penumpang dalam bus yang berjumlah 8 orang itu (sopir, kondektur, dan 6 penumpang lain) 2 diantaranya memakai selimut yang tebal, seperti orang sedang sakit.

Pamanku pun langsung duduk di kursi dekat jendela, dan karena sudah lelah kerja seharian, pamanku langsung tertidur. Setelah beberapa lama tertidur, pamanku pun terbangun kaget karena suara batuk dari penumpang yang lain, dan juga tercium bau gosong menusuk penciumannya, tiba-tiba dari belakang pamanku ditepuk bahunya.

“Sampean mau kemana?” tanya kondektur.
“Ke Bandung” jawab pamanku sambil memberikan beberapa lembar ribuan kepada kondektur itu.

Kondektur itu lalu memberikan tiket bus kepada pamanku dan berjalan menjauh. Namun tiba-tiba pamanku ditepuk lagi dari belakang.

“Pa, ini kembaliannya” ucap kondektur itu.

Waktu pamanku membalikkan badannya, terlihat wajah kondektur dengan satu bola mata yang tergantung dipipi dan keluar belatung dari mulutnya. “Ahh” pamanku berteriak sekeras-kerasnya. Tiba-tiba seluruh badannya lemas dan tidak bisa digerakkan, pandangannya pun semakin kabur dan akhirnya jatuh pingsan. Ketika dia siuman, dia sudah berada di pondok sederhana. Ternyata pamanku di tolong oleh seorang tukang ojek yang menemukannya pingsan di pinggir jalan.

“Kamu tadi kenapa pingsan dipinggir jalan?” tanya tukang ojek itu.
“Hah? Pingsan?”.
“Iya”.

Pamanku langsung menceritakan semua kejadian yang dialaminya ke tukang ojek itu. Tukang ojek itu bilang ke pamanku kalau bus yang dia naiki adalah bus hantu. Pada tahun 2005 ada bus yang mengalami kecelakaan di jalan ini dan 8 orang korban yang meninggal, termasuk sopir dan kondektur. Karena pamanku nggak terlalu percaya dengan hal-hal diluar akal sehat, dia menganggap itu hanya kebetulan saja.

“Hanya kebetulan katamu? Coba sekarang kamu naik bus itu jam berapa?” tanya tukang ojek itu.
“Pukul 23.30” jawabnya.
“Sekarang lihat jam tanganmu”.

Pamanku pun langsung melihat jam tangannya, di jam tangan itu terlihat pukul 23.30 malam.

“Tidak mungkinkan kalau kamu perjalanan ke Bandung cuman satu jam?”.
“Dan kalau kamu masih tidak percaya, coba lihat tiket yang diberikan oleh kondektur tadi”.

Pamanku pun segera merogoh kantong celana, dan benar apa yang dikatakan tukang ojek itu, tiket bus itu hanya sebuah perban yang ada bekas darahnya saja. Sejak kejadian itu pamanku tidak berani pulang ke Bandung naik bus malam hari.