Cerita Hantu > Kisah Misteri > Berat

Berat

Hmm, tidak sedikit cerita tentang Bumil (ibu hamil). Dari zaman nenek moyang hingga era modern misteri, fakta dan mitos tentang Bumil selalu merajalela, terlebih lagi bagi mereka yang masih mempercayainya. Itu sebabnya saya masih mendengar tentang wejangan/nasehat dari orang tua dari manapun dan suku manapun kepada anak-anak yang sedang hamil.

Namun kali ini saya cerita tentang kisahku terlebih dulu ya pemirsah setia KCH, yang gak suka boleh minggir, tapi jangan ngacir sambil bully, entar ke sambet, hehe. Saat itu saya sedang hamil yang ke-2 dari suami yang ke-2 juga, dan semoga jodoh yang terakhir, Aamiin. (Lebay, tapi dah terlanjur banyak cerita tentangku jadi sekalian kasih tahu tempe oncom saja sama pembaca ya, meski privasi tapi takut di bully dari mana dwi bisa hamil, dikira belum nikah lagi, hehe).

Next story. Waktu itu umur kandunganku baru 5 bulan, dan saat itu juga harus rajin beribadah (kalau sekarang jangan di tanya, di bullypun tak apa, hehe). Alasan saya rajin bukan tanpa sebab, karena saya tidak memakai tanda sutra (eh kayak film india saja, hehe). Maksud saya jenis jimat ala Bumil tempo dulu yang berisikan Tumbar Mere Jahe aca-aca-aca-aca, hust (kumat nih dwi, Hehe). Isinya adalah Bengle, Dlingo, Benang dan Bawang Putih jika sanggup mencium aromanya, hehe.

Read Another Stories:

Nah semua jenis tanaman itu di potong-potong lalu di rangkai dan di satukan dengan benang hingga menyerupai benang. Tak lupa Gunting bayi/gunting lipat yang kecil serta peniti/jarum untuk menyatukan/mencantolkan (yang gak tahu bahasa saya maaf, hehe) di baju atau bra si Bumil. Pokoknya di taruh dekat tubuh bagian tersembunyi/tertutup biar gak di lihat orang. Bagi yang pernah pakai atau percaya pasti tahu alasan dan kegunaannya ya (jangan bilang kagak lho, ntar tak sunat, hehe).

Nah saya dulu waktu hamil pertama memang pakai, karena dari orang tua suami dan orang tuaku serta orang tua orang lainpun menyarankan pakai, namun saya gak pakai bawang karena baunya itu bikin klepek-klepek, hehe. Lain waktu ceritanya ya, ini cerita hamil ke-2 yang tidak pakai begituan. Bukan berarti saya tidak percaya lagi, saya masih percaya mereka ada karena masih ciptaan-Nya (Tuhan) juga.

Saya buang gelang itu, karena saya ingat pesan dari temanku, kalau itu musyrik dan lain-lain. Meski niatnya bukan untuk jimat, tapi kegunaanya mirip, katanya. Awalnya ragu, karena saya sering dengar dia saat hamil sering ketakutan dan hawanya seperti ada yang ngintai (lain waktu ku cerita). Nah pas saya buang dan gak pakai lagi, otomatis saya lebih rajin ibadah dari pada sebelumnya. Guna untuk memperlancar bersalin dan juga mengurangi was-was.

Banyak cerita saat hamil, namun judul “Berat” ini saya ambil ketika selesai shalat magrib. Waktu itu seperti biasanya, setelah selesai saya baca surah pendek yang ku hafal dan terakhir Ayat kursi. Saat membaca “alhamdulillah hirobbil ‘alamin” dan seterusnya biasa saja sampai 3x. Lanjut “Qulhu Allahu ahad” dan seterusnya sampai selesai 3x juga, badan bagian pundak belakang mulai agak berat, seperti ada yang menekan.

Lanjut baca surah An-nas malah semakin berat, hingga posisiku menunduk. Sungguh nyata, “Berat” sekali seperti ada orang di belakangku, namun tidak ada, karena posisiku duduk dekat tembok. Saya lanjut baca Ayat Kursi, awalnya nahan supaya tak tersungkur, tapi pas baca bagian tengah surah dan ku tekan kalimat “kursyi” langsung rasa berat yang hinggap di punggungku hilang seketika, dan saya duduk agak tegak lagi seperti semula. Dan saya langsung bergegas membereskan mukena, lalu pergi dari ruang shalat sambil membatin, kok bisa ya? Sekian.