Penampakan Sosok Hantu Almarhumah Mbak Siti

Cerita Hantu > Kisah Nyata > Penampakan Sosok Hantu Almarhumah Mbak Siti

“Innalillaahi wa inna ilayhi rooji’uun.. telah berpulang ke rahmatullaah Mbak Siti … … …”

Siaran di toa masjid pagi itu tak terlalu mengagetkan kami, karena pada malam harinya kami sudah mendengar kabar bahwa tetangga kami Mbak Siti telah meninggal dunia di Rumah Sakit karena penyakit Hepatitis B yang di deritanya.

Kabar meninggalnya Mbak Siti sedikit menimbulkan rasa sedih dan heran di hati kami para tetangga, bagaimana tidak? Sakitnya yang terkesan mendadak karena sebelumnya mungkin tidak di rasakan oleh Mbak Siti sehingga di bawa ke Rumah Sakit saat keadaannya sudah parah dan tidak terselamatkan sesudah di rawat beberapa hari, selain itu usianya yang masih tergolong muda dengan tubuh yang sintal serta bugar dan terkenal sangat aktif dan rajin membuat warga di desa kami masih terheran dan belum percaya akan kepergiannya.

Read Another Stories:

Setelah beberapa hari Mbak siti di makamkan, terdengar kabar yang cukup membuat bulu kuduk merinding. Ya, sosok yang menyerupai beliau sering muncul. Yang membuat bergidik kemunculannya tak hanya di dekat rumah, tapi juga di tempat biasa beliau berkunjung.

Kejadian pertama terjadi di ujung dusun, saat itu Pak Karmin setelah usai melihat kapalnya yang di kali (daerah kami daerah nelayan pinggir pesisir) entah menjadi kebiasaan atau bagaimana Pak Karmin biasanya tidur di teras rumah anak beliau yang ada di ujung desa, tak langsung pulang ke rumah.

Saat itu lewat tengah malam, tiba-tiba bulu kuduk Pak Karmin meremang, spontan Pak Karmin bangun dari tidurnya dan melihat ada apa di sekitarnya, sedikit terkejut sebenarnya Pak Karmin melihat pemandangan di depannya, sosok yang mirip Mbak Siti itu sudah berdiri diam di samping Pak Karmin, karena Pak Karmin ini tetkenal pemberani tidak takut dengan hal mistis beliau tidak lari, malah menanyai sosok tersebut.

“Kamu kenapa nduk? Kangen sama anakmu?” Tanya pak karmin (saat itu memang almarhumah meninggalkan 2 putra, yang kecil masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, sementara sang kakak masih duduk di bangku Sekolah Dasar).

Sosok tersebut tak menjawab, hanya mengangguk sebagai isyarat.

“Kalau begitu ayo tak antar ke rumahmu” ucap Pak Karmin sambil mengambil sepeda kayuh miliknya.

Tanpa menunggu lama sosok Mbak Siti membonceng di belakang dan Pak Karmin langsung mengayuh sepedanya tersebut menuju ke rumah almarhumah. Pak Karmin merasa kepayahan sebenarnya karena sepedanya terasa sangat sulit melaju, seperti membawa beban sangat berat tapi Pak Karmin berusaha sekuat tenaga.

Saat sampai di samping rumah almarhumah entah bagaimana pintu samping rumah tersebut terbuka dengan sendirinya, padahal keadaan saat itu lewat tengah malam dan pastinya sudah di kunci dari dalam oleh suami almarhumah.

“Ini rumahmu nduk, itu pintunya juga terbuka. Kalau mau nengok anak kamu ke sini ya” ucap Pak Karmin.

Sosok Mbak Siti pun turun dan masuk ke dalam pintu setelah itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Tak ambil pusing Pak Karmin kembali mengayuh sepeda onthel miliknya menuju ke rumah Pak Karmin sendiri yang memang ada di sekitar rumah almarhumah, sepeda Pak Karmin kini sangat ringan dan kembali normal seperti biasa.

Kejadian berikutnya terjadi saat tetangga samping rumah almarhumah Mbak Siti sedang mengadakan rombongan untuk tilik rumah, kebiasaan orang daerah sini jika ada yang mempunyai rumah baru pasti tetangga menyambangi untuk melihat rumah tersebut. Yang di sambangi saat itu adalah anak dari samping rumah almarhumah, sebut saja Deni yang posisinya saat itu ada di kota.

Saat perjalanan rombongan di bagi menjadi 2 colt karena banyaknya yang ikut saat itu. Keanehan terjadi saat di perjalanan, salah satu colt saat itu berjalan miring. Sang supir pun keheranan bagai mana bisa colt itu seolah olah membawa beban berat sebelah sehingga miring, baru kali ini selama menyupir beliau mengalami hal demikian.

Kehebohan terjadi beberapa saat kemudian saat salah satu penumpang colt tersebut (sebut saja Mbak Ijah) tiba-tiba seperti shock tergagap ingin mengatakan sesuatu sambil menunjuk ke tempat duduk dekat pintu yang malah pingsan sebelum mengatakan apapun. Saat sadar barulah Mbak Ijah menceritakan kejadian yang ia lihat tadi.

Menurut Mbak Ijah, ia melihat sosok Mbak Siti sedang duduk di dekat pintu menghadap ke belakang (duduk di kursi ekstra) dengan keadaan diam tanpa melihat ke arah Mbak Ijah, dan hanya Mbak Ijah yang melihat penampakan tersebut. Sontak seisi colt heboh dan berasumsi kenapa colt seolah miring. Ya, karena ada penumpang yang tak terlihat di sisi colt yang miring tersebut.

Sesampainya di rumah Deni, masih ada hal mistis lain. Saat tamu datang seperti biasa sang tuan rumah sibuk melayani dan memasukkan barang bawaan para tamu (biasanya gula) kedalam salah satu kamar, betapa kagetnya Deni saat itu dengan apa yang dilihat, sosok Mbak Siti sedang duduk di tepi kasur dan diam di sana, mencoba untuk tidak panik Deni langsung keluar dari kamar dan mencoba tenang, setelah itu barulah ia menceritakan ke para tamu kejadian barusan.

‘Mungkin Mbak Siti cuma mau berkunjung melihat rumahmu’ begitulah asumsi mereka saat itu. Sepulang dari rombongan, mereka yang ikut pun menceritakan kejadian demi kejadian saat di perjalanan dan di rumah Deni, tak ayal warga kembali heboh dengan hal itu. Masih banyak penampakan lainnya, berhubung jari author sudah pegal istirahat dulu ya. 😊 Sekian, kita berlanjut ke penampakan sosok hantu almarhumah mbak siti bagian 2 ya.