Wanita Penari Balet, Shizuko

Home > Cerita Hantu Jepang > Wanita Penari Balet, Shizuko – 58 reads

Assalamualaikum … bagaimana kabar kalian? Baik bukan? Baiklah karena banyak yang minta kapan aku post cerita lagi maka inilah saatnya untuk bercerita lagi. Yap karena dulu aku bercerita tentang dunia Korea, maka sekarang kita beralih ke negeri sakura (Japan) uhuyyy … gak sabar yaww, hahha baiklah langsung saja ke ceritanya … oiya by the way salam sejahtera dari Bismi Jasein untuk kalian semua 😊

Balet … Yapp kata yang membuatku agak malas mendengarnya, aku lumayan tidak begitu suka dengan balet walaupun kakakku sendiri Karin (kakak tiri/anak istri ke-3 papaku) yang merupakan orang Jepang merupakan seorang penari balet.

Tahun 2020 tepatnya Januari, aku singgah di negara tempat istri ketiga papaku berasal. Jika bukan karena paksaan dari papa, mungkin aku tak akan ingin singgah di negara Sakura itu.

Read Another Stories:

Pagi hari kami makan bersama di ruangan tamu, hingga Karin memulai percakapan yang seharusnya tidak ingin ku respon itu.

“カクナディア、バレエの練習に同行してくれませんか? 私の友人の多くはあなたに尋ねます (Kakunadia, barē no renshÅ« ni dōkō shite kuremasen ka? Watashi no yÅ«jin no ōku wa anata ni tazunemasu/Nadia, maukah kamu menemaniku ke latihan balet? Teman-temanku banyak yang menanyakan mu.)”, Perkataan kak Karin membuat ku tersedak.

“なぜ私がすべきなのか、なぜあなたの兄弟に尋ねないのか (Kenapa harus aku? Kenapa tidak minta kepada kakak laki-lakimu saja)”, jawabku sambil melirik ke yahiko.

Yahiko merasa kesal dengan perkataanku dan bergegas meninggalkan meja makan.

“妹をバレエ練習に連れて行くのは何が悪いのか、ビスミを気にしないでください(Imōto o barē renshÅ« ni tsureteiku no wa nani ga warui no ka, bisumi o kinishinaide kudasai/sudahlah Bismi apa salahnya menemani kakakmu ke latihan balet)”, kata papa sambil menatap memohon kepadaku.

Karena papa memaksa, akhirnya aku iyakan walaupun aku sama sekali tak ingin pergi bersama Karin.

Setelah selesai makan, aku dan Karin di antar papa menuju tempat latihan balet Karin. Butuh beberapa menit agar sampai di tempat tujuan, aku melihat gedung tinggi dan lumayan besar di depan, apakah itu tempat nya?

Akhirnya sampai juga di tempat tujuan, Kak Karin langsung menggenggam tanganku sambil tersenyum.

“私の友人の多くは私の甘い妹に会いたがっています (Teman-temanku banyak yang ingin berjumpa dengan adikku yang imut ini)”, perkataan kak Karin membuatku memasang senyum paksa.

Aku masuk bersama kak Karin, pakaian panjang dan Hijabku ini menjadi perhatian dari orang-orang yang ada di tempat latihan.

Kak Karin kemudian memperkenalkanku dengan semua teman-temannya .. ramah sih menurutku. Bahkan ada yang mengatakan bahwa diriku tak mirip dengan orang indonesia dan juga ada yang menanyakan apakah tak gerah memakai hijab sekian lama.

Hal itu membuatku muak sumpah. Aishhhh ramah lah bis … Aku menunggu kak Karin latihan balet di luar ruangan, hingga aku terfokus untuk menaiki tempat latihan lantai atas. Dari pada bosan lihat nari balet mendingan naik ke atas ah, palingan bakal ada pemandangan indah 😁 aku menaiki lantai atas, hanya ada satu ruangan yang besar dan lumayan jelas. Karena tak ada apa-apa alhasil aku berbalik hingga turun, hingga langkahku terhenti saat mendengar suara hentakan kaki.

Aku mendekati ruang latihan lantai itu, aku seperti mendengar seseorang dari dalam ruangan. Aku membuka sedikit pintu dan mendapati seseorang sedang melakukan latihan tarian balet dengan sangat indah.

Siapa dia? Mengapa latihan seorang diri disini? Kenapa gak ikut bergabung latihan bersama yang lain di bawah?

Sungguh tarian baletnya sangat indah, tubuhnya yang seksi dan rambut kudanya menambah tarian balet itu semakin indah dilihat. Cukup lama aku memperhatikan ia menari, hingga akhirnya ia berhenti … dan mulai melihatku sambil tersenyum.

Aku syok tak menyangka dia bakal melihatku. Aku menutup pintu dan berbalik ingin turun, saat aku berbalik aku di kejutkan dengan seorang pelatih pria.

“あなたはここで何をしているの (Anata wa koko de nani o shite iru no/apa yang kamu lakukan di sini?)”, dia tanya padaku sambil sedikit melotot.

“部屋で誰かが踊っているのを見た (Heya de darekaga odotte iru no o mita/aku melihat ada seseorang menari di dalam ruangan)”, jawabku sambil menunduk.

“急いで、あなたはカリンの妹ですよね?彼女は階下で待っています (Cepat turun, kamu adiknya Karin kan? Dia sedang menunggumu di bawah)”, kata si pelatih.

Sungguh aku merasa tak enak telah menaiki lantai atas itu. Apalagi melihat tarian balet si wanita itu. Apakah ia marah karena aku menonton secara gratis 🙄 kemudian aku turun dan mendatangi kak Karin dan temannya.

“あなたはどこにいましたか..私たちのコーチがあなたを探しに来たところまで (Anata wa doko ni imashita ka.. Watashitachi no kōchi ga anata o sagashi ni kita tokoro made/kamu dari mana saja? Sampai-sampai pelatih kami ikut mencari mu)”, tanya kak Karin.

“Dari tempat latihan di atas, tapi aku melihat seorang perempuan menari dengan sangat indah Lo”, kataku pada kak karin.

Teman-teman kak Karin tak mengerti apa yang ku katakan pada kak karin.

“日本語で話す、私たちはインドネシア語を理解していません (berbicara bahasa Jepang, kami tidak mengerti bahasa Indonesia)”, salah satu teman kak Karin berkata padaku.

“妹は静子を見た (adikku melihat Shizuko)”, jelas kak Karin yang membuat teman-temannya menatap padaku sambil berkata benarkah?

“しずこは誰ですか (Shizuko wa daredesuka/siapa Shizuko?)”, tanyaku

“彼はかつて私たちのバレエ練習の先輩でした…そして数年前、彼は重傷を負ってもう踊ることができなくなるまで、ステージで踊っているときに事故に遭いました。彼はバレエへの愛情のためにもう踊ることができませんでした…それで彼は殺すことに決めました。 彼自身。彼の友人でさえ彼を悪口を言う (Kare wa katsute watashitachi no barē renshÅ« no senpaideshita … Soshite sÅ«nenmae, kare wa jÅ«shō o otte mō odoru koto ga dekinaku naru made, sutēji de odotte iru toki ni jiko ni aimashita. Kare wa barē e no aijō no tame ni mō odoru koto ga dekimasendeshita … Sorede kare wa korosu koto ni kimemashita. Kare jishin. Kare no yÅ«jinde sae kare o waruguchiwoiu/dia dahulu senior di latihan balet kami … dan beberapa tahun lalu dia mengalami kecelakaan saat menari di atas panggung, hingga cedera parah dan tidak bisa menari lagi. Karena kecintaannya pada balet ia tak sanggup tidak bisa menari lagi … jadi dia putuskan untuk bunuh diri. Teman-temannya juga bahkan menjelekkannya)”, jelas salah satu teman kak Karin.

Jadi yang kulihat tadi? Dia Shizuko si penari balet yang di ceritakan ini?

“しずこ踊りがよく見られますが、夜にカティハンをすると部屋からしずこさんの声が聞こえてきたので、久しぶりに部屋が空いてしまいました。(Shizuko odori ga yoku mi raremasuga, yoru ni katihan o suruto heya kara Shizuko-san no koe ga kikoete kitanode, hisashiburini heya ga suite shimaimashita/penampakan shizuko menari memang sering terlihat, kadang juga saat kami katihan malam terdengar suara tangisan shizuko dari ruangan itu. Makanya ruangan itu di biarkan kosong setelah sekian lama)”, jelas kak Karin kemudian.

Wah, wah agak serem juga ya ternyata, entah kenapa diriku agak kasihan juga dengan Shizuko, bukankah percuma jika harus bunuh diri karena tidak tahan dengan ejekan dari teman? Kalau dia punya mimpi ingin menari balet lagi, kenapa tidak bersabar dan berusaha untuk sembuh dari cederanya agar ia bisa menari lagi. Sungguh keputusan yang salah Shizuko.

Tak lama kemudian aku dan kak Karin pulang karena hari juga sudah mulai malam, saat aku menelusuri lorong aku mendengar suara tangisan. Aku melihat kak Karin, lalu kak Karin juga melihatku sambil tersenyum.

“恐れることはありません (jangan takut)”, katanya sambil memeluk pinggangku.

Saat tiba di rumah terdapat abang yahiko sedang menonton di ruang tamu dan ia melirik padaku sambil berkata.

“静子さんとの出会いは楽しかったです (apakah menyenangkan bertemu dengan Shizuko?)”, tanyanya sambil melirik ke arahku dengan tatapan dinginnya.

“どうして? 彼の携帯電話番号を聞いてほしい (kenapa? Mau aku minta nomor handphonenya)”, kataku kesal.

Aku kemudian memasuki kamar, masih saja teringat tarian balet dari Shizuko yang indah, bukankah itu sangat indah sumpah dah jika bisa aku ingin melihatnya kembali.

Kemudian kak Karin memasuki kamarku sambil membawa mie lezat dan segelas susu.

“なぜ弥彦の兄は静子を知ったのですか? (Naze Yahiko no ani wa Shizuko o shitta nodesu ka?/kenapa abang yahiko tau tentang Shizuko?)” tanyaku pada kak karin.

“彼も最初にそれを見たので … yahikoの兄弟は練習のために私に同行していましたが、静子を見た後、彼はついに私に同行したくなくなりました (Kare mo saisho ni sore o mitanode … Yahiko no kyōdai wa renshÅ« no tame ni watashi ni dōkō shite imashitaga, Shizuko o mita nochi, kare wa tsuini watashi ni dōkō shitakunaku narimashita/karena dia juga melihatnya dulu … dulu abang yahiko sering menemaniku untuk latihan, tapi setelah melihat Shizuko akhirnya dia tak mau menemaniku lagi), jelasnya.

Dan ternyata memang Shizuko dari dulu suka menari dalam ruangan itu, wah agak ngeri juga ya. Saat malam hari juga kadang ia menangis. Tapi, apakah dia akan selalu ada di ruangan itu? Tak ingin pergikah? Bukankah terlalu sayang ruangan sebesar itu di biarkan kosong hanya karena Shizuko? Entahlah mungkin mereka mempunyai alasannya sendiri. Apalagi pemilik tempat latihan balet itu adalah orang tuanya Shizuko.

Baik cukup sekian cerita dariku. Terima kasih yang sudah setia membaca. Wassalamu’alaikum wr, wb.

Instagram: @bismi_jasein1108
Facebook: bismi_jasein