Halte Tua Sekolah

KCH > Cerita Hantu > Halte Tua Sekolah

Assalamualaikum dan selamat membaca. Terima kasih yang sudah membaca ceritaku. Salam dari Bismi Jasein from Aceh. Kejadian ini sudah lama aku alami, ya sekitar 3 tahun yang lalu saat diriku masih menduduki bangku kelas 10 SMA di tahun 2016. Aku terbilang siswi yang lumayan pendiam, entah mengapa demikian? Aku pun tak ingin membahas akan hal itu.

Kata teman-teman SMP ku dulu, aku lumayan dikatakan siswi yang periang dan bahkan suka membuat lelucon yang tak masuk akal. Tapi entah mengapa saat kelas 1 SMA Ini diriku sudah mulai berubah, entah karena faktor kedewasaan atau memang diriku saja yang tak mau menjadi diriku yang dulu.

Aku masih ingat hari itu hari Kamis dipenuhi dengan hujan gerimis serta sedikit angin yang menerpa alam. Aku menunggu jemputan dari kakekku (sekarang Almarhum) di sebuah Halte Tua di seberang jalan sana. Agak lumayan jauh sih haltenya sama sekolahku.

Read Another Stories:

Haltenya sudah lumayan tua, bahkan saat aku hendak menduduki salah satu kursi di situ hampir saja aku tersungkur ke lantai saking rapuhnya. Bahkan orang-orang berkata bahwa halte itu berhantu, tak banyak orang yang berteduh di halte itu. Sebagian lebih memilih halte baru yang lebih dekat dengan SMA ku.

Kenapa aku memilih halte ini? Karena halte ini adalah halte yang paling dekat dengan jalur untukku pulang. Aku sendirian berada di halte tua dekat dengan pohon mengkudu itu, aku melihat kanan kiri uhh kakekku mengapa tak kunjung datang, hingga akhirnya aku mulai merasakan hawa panas di sekitar, padahal aku tau saat itu sedang gerimis, mengapa harus panas?

Aku kemudian berdiri, keringat dingin mulai keluar, ada perasaan seseorang yang sedang memperhatikan ku di bawah pohon mengkudu itu. Tapi anehnya wajahku agak ragu untuk melihatnya. Aku sebentar-sebentar melihat jam, sudah hampir pukul 2 siang, mengapa kakek belum juga datang? Kemudian aku dikejutkan dengan suara langkah kaki di belakangku.

Dan saat kudapati ada seorang siswa berada di belakangku sambil dirinya memegang sebuah kertas plastik berwarna hijau.

“Sendiri saja?” tanya nya.

“Emm iya nunggu jemputan” jawabku agak sungkan.

“Ya sudah aku pulang dulu, tadinya mau mengajakmu pulang bersama, takut dia menganggumu, tapi karena dirimu mengatakan akan di jemput maka aku tak jadi mengajakmu, jadi apakah kamu mau pulang bersama?” tanyanya panjang lebar.

Dia? Dia siapa maksudnya!!

“Tidak, kamu silahkan pulang saja” jawabku.

“Baiklah, duluan ya” jawabnya yang langsung pergi meninggalkan ku.

Aku masih saja berada di halte, jalanan mulai sepi karena hujan semakin deras saja. Akhirnya tanpa sengaja aku melihat ke arah samping tepat di atas pohon mengkudu menggantung sebuah bayangan hitam yang sangat panjang. Aku terkejut dan langsung terpaku, apa itu? Seperti bentuk pocong tapi berwarna hitam, di sekelilingnya terdapat bulu-bulu halus, apakah itu hewan? Ahh mana ada hewan di sini. Aku masih saja tak bisa bergerak, suara sesak nafas terasa bersuara di belakangku di iringi dengan suara cekikikan ketawa seseorang yang lumayan menyeramkan.

Tak lama kemudian aku bisa bergerak kembali dan langsung saja aku mengambil langkah seribu untuk pergi dari halte tua itu. Saat pergi menjauhi halte itu aku sempat melihat kembali ke arah halte tepatnya pohon mengkudu itu, dan anehnya bayangan seperti pocong itu sudah menghilang dan anehnya lagi aku melihat seseorang berpakaian hitam sedang terduduk di atas salah satu kursi halte itu. Tak jelas melihat wajahnya karena ia menundukkan kepalanya, yang jelas dia pasti seorang wanita.

Aku mulai menjauh dari halte itu, hingga di tengah jalan aku berjumpa dengan kakekku dan saat sampai di rumah bahuku terasa berat sebelah dan malam harinya aku bermimpi hal mengerikan tentang halte itu. Seseorang mencoba menyeretku dan menggantungku di atas pohon mengkudu itu. Ahh sungguh mengerikan, maka saat itu sejak kejadian itu aku tak mau lagi berada di halte tua itu, sejak diri ku tamat SMA tahun 2019. Halte itu masih saja berdiri, anehnya tak ada seorang pun yang mau lagi mendudukinya dan aku juga heran mengapa tak di rubuhkan saja, entahlah.

Sekian, makasih yang sudah baca.

WA: 081370400622
Ig: @Bismi_Jasein1108