Jalan Angker Agrabinta

KCH > Cerita Hantu > Jalan Angker Agrabinta

Hay sobat KCH ketemu lagi dengan saya Irwan dari Cianjur Jabar, ini cerita aku yang kedua. Lets go to story,

Dulu waktu aku belum kerja aku tinggal di agrabinta di rumah ayah saya dan entah kenapa aku itu gak betah tinggal bersama ayah dan lebih memilih tinggal bersama nenek aku di Leles, mungkin karena aku punya ibu tiri yang cerewet, itu sebabnya aku jadi gak betah tinggal bersama ayah dan ibu tiri saya, karena mamah kandung saya sudah meninggal, eh kok jadi ngebahas keluarga aku sih..hehe maap.

Jadi gini ceritanya, malam itu aku gak bisa tidur, entah kenapa mataku tidak bisa dipejamkan, setelah aku bangun dari tempat tidur, ku lihat orang tuaku dan adikku sudah tidak ada di ruang tamu, tempat aku dan orang tuaku nonton televisi, mungkin mereka sudah pada tidur, pikirku. Ya udahlah mendingan aku ke warung beli rokok, gumamku dalam hati.

Read Another Stories:

Pas aku keluar rumah, udara malam begitu dingin, kok dingin banget ya, jam berapa nih.

Aku lihat jam di hp ku ternyata ini sudah jam 22.30 Wib, waduh malam banget, ada gak ya warung jam segini masih buka..gumamku. Aku berjalan pelan karena jalannya jelek. Ku lihat di jalan sudah tidak ada kendaraan satupun yang lewat, ya sudahlah aku lanjutin, gumamku.

Pas aku baru nyampe di pertigaan aku bingung mau belok kiri apa kanan, kalau aku pilih kiri, warungnya jauh, kalau aku pilih kanan warungnya lumayan dekat cuman melewati lahan kosong yang katanya angker.

Aku gak ambil pusing aku terus berjalan melewati lahan kosong yang gelap gulita dan masih jauh untuk sampai ke rumah-rumah warga.

Pas aku berjalan kayak ada yang mengikutiku di belakang, tapi tak ku hiraukan, karena aku ingin buru-buru ke warung, dan cepat pulang.

“Sstt” ku dengar ada suara dibelakangku, tapi siapa ya, ealah mungkin cuman halusinasiku aja, gumamku. Pas aku berjalan lagi.

Tepat dibelakangku ada yang berbisik, “hey ngapain kamu malam-malam gini jalan sendirian?” bisiknya.

Sontak aku kaget, pas aku tengok ke belakang, masyaalloh tidak ada siapa-siapa. Bulu kudukku langsung berdiri, tapi aku berusaha tenang dan melupakan kejadian itu.

Pas aku mau melanjutkan perjalanan, pundakku sepertinya ada yang menepukku dari belakang. Aku berbalik dan melihat kebelakang. Pas aku lihat, sontak aku kaget, ternyata dibelakang aku tidak ada siapa-siapa.

Lho kok tidak ada siapa-siapa, terus tadi yang menepuk pundakku siapa ya? gumamku. Aku mulai ketakutan, pas aku lihat ke lahan kosong, aku seperti melihat sesuatu yang sedang berdiri, tapi wujudnya tidak jelas karena gelap.

Pas aku sorot pakai cahaya hp, arrgh. Aku melihat kuntilanak lagi berdiri dan menatap tajam padaku, aku mau lari tapi sepertinya badanku susah digerakan. Kuntilanak itu sepertinya melayang mau mendekatiku, keringat dinginku mulai bercucuran, jarak aku dan kuntilanak itu sekitar 3 meteran lagi, yaaloh dia seram sekali.

Bajunya lusuh dan kotor, wajahnya ancur, dia melotot kepadaku. Aku berusaha bergerak sekuat mungkin. Tapi tidak bisa,
Aku baca doa ayat kursi, dan setelah baca, tubuhku mulai bisa digerakan lagi. Aku balik arah langsung lari, akhirnya aku sampai juga didepan rumahku. Alhamdulilah kuntilanak itu tidak mengejarku, Tamat.

Maap kalau tidak seram, tapi itu pengalaman nyataku, wasalam.

Fb: Maulana Irwan