Sekelebat Bayangan Putih

KCH > Cerita Hantu > Sekelebat Bayangan Putih

Selamat siang reader-reader KCH, jumpa lagi dengan aku Irwan dari Cianjur, Jabar, selamat membaca.

Hari itu aku dan temanku mau bermain ke rumah temanku yang letaknya agak jauh dari rumah kami, aku mempunyai 3 orang teman, sebut saja zunot, deden, dan rudi, tapi rumah aku dengan rudi sangat dekat sementara rumah zunot dan deden sangat jauh dari ku.

Hari itu aku dan rudi berencana untuk main ke rumah deden dan rudi menyetujuinya, saat kami mau berangkat aku kepikiran untuk memilih jalan alternatif, yaitu jalan sinapel, karena jalan itu sangat singkat.

Read Another Stories:

A: aku
R: rudi

A: rud mendingan kita jalan sinapel aja yuk biar cepat sampai.
R: gila loe ya sinapel itu kan jalan yang angker apalagi banyak makam hiiy gak mau akh.
A: yah loe itu penakut amat sih, ini kan di siang bolong mana ada hantu.
R: ouh iya yah ya sudah kita lewat situ aja.
A: nah gitu dong itu namanya sohib.

Kami berbalik arah menuju jalan sinapel, pas kami baru memasuki jalan itu aku sudah merasakan hal gaib tapi aku cuek saja dan melanjutkan perjalanan.

Di tengah perjalanan kami agak lega soanya ada orang sedang cari rumput buat kambingnya. Singkat cerita, kami sudah sampai di rumah deden, setelah kami selesai main game di rumah deden, aku dan rudi langsung pamitan, dan kami melewati jalan itu lagi. Nah disinilah mulai ada keganjilan. Pas ditengah jalan aku bertanya pada rudi

A: rud orang tadi yang cari rumput kemana ya kok gak ada?
R: ya mungkin dia udah pulang kali.

Pas kami mulai berada dekat tanjakan, aku merasakan ada yang memangil kami.

R: eh siapa itu ada yang memanggil kita?
A: ga tau lah mungkin orang yang tadi.
R: tadi siapa maksud loe?
A: ya mungkin orang yang cari rumput tadi.
R: ga mungkin lah motornya saja sudah ngilang.
A: lha terus siapa?

Pas kami lihat ke belakang, aku melihat sekelebat bayangan putih yang melayang diantara pohon ke pohon lainnya, aku dan rudi langsung lari, tanpa sadar kami salah jalan menuju keluar.

Aku dan temanku rudi menabrak pohon yang tumbang karna saking takutnya sekelebat tadi, saking kencangnya aku dan temanku terpental ke jalan dan alhamdulilah kami sudah dekat dengan pemukiman rumah warga.

Tamat, itulah cerita seramku di jalan sinapel. Maap jika kurang seram tapi itulah kisahku.