Nenek Hantu

KCH > Cerita Horor > Nenek Hantu

Di sebuah hutan yang lebat berdiri sebuah rumah yang sudah tua. Rumah itu seperti tak terawat dan kelihatan kumuh. Dinding-dindingnya banyak yang berlubang karena di makan usia.

Rumah itu dihuni seorang nenek yang sudah peot dan tak mempunyai keluarga. Nenek itu sehari-harinya hanya mencari kayu bakar untuk dijual ke pasar.

Nenek sarmi, dia biasa dipanggil. Dia biasa dimintai tolong oleh warga bila ada orang yang sakit atau orang yang membutuhkan pertolongannya.

Read Another Stories:

Dan kebiasaan aneh yang dilakukan nenek sarmi sehabis menolong orang, ia akan menggantung sebuah boneka di dapurnya. (Mungkin buat kenang-kenangan cinta kita uhuyyyy…).

Tidak tahu sudah berapa banyak boneka itu digantungnya. Yang ada didalam rumah yang reyot itu tercium bau kurang sedap dan menambah suasana seram.

Sementara itu serombongan empat anak pecinta alam, sedang menyusuri hutan itu.
Mereka berjalan tampak riang dan tanpa beban, bernyanyi disepanjang perjalanan menghilangkan rasa penat dipundak.

Mereka menghentikan langkahnya ketika tepat berada didepan sebuah gubuk reyot. Mereka bertanya satu sama lain dan memperhatikan gubuk itu dengan saksama.

Lalu dua orang dari mereka, yaitu Shinta dan Indra masuk kedalam rumah itu, sementara yang dua orang berada diluar. Dengan penuh hati-hati mereka melangkah ke dalam rumah.

Tak berapa lama terdengar suara teriakan dari dalam rumah itu yang sangat keras.
“Whaaaa……!!” Dan kemudian disusul suara langkah kaki dari mereka yang keluar.

Dua orang temannya yang berada diluar menghentikan langkahnya dan bertanya. Ia melihat kepala manusia sedang dimasak di kuali besar didapur rumah itu.

Kemudian mereka berempat masuk dan menyelidiki gubuk itu. Benar juga kata Shinta dan Indra mereka menemukan kuali besar itu berisi air yang mendidih dan potongan kepala manusia. Tiba-tiba dari arah belakang mereka terdengar langkah kaki.

Dan nenek hantu sudah berdiri dihadapan keempat pemuda dan pemudi tersebut. Mereka terkejut bukan kepalang. “Kyaaa..”
Mereka berlari sekencang-kencangnya, tanpa menoleh sedikit pun.

Usut punya usut ternyata nenek itu adalah penganut ilmu hitam dan karena ada persyaratan yang kurang ia pun gagal dan akhirnya tewas, untuk bisa hidup kembali ia pun harus mempersembahkan kepala manusia perjaka dan perawan untunglah mereka tidak menyentuh kepala itu jika tidak merekalah yang akan menjadi korban selanjutnya.