Rekaman Adegan Pembunuhan

Home > Cerita Horor > Rekaman Adegan Pembunuhan – 73 reads

2 Orang pemuda membawa seorang pria yang berumur kisaran 40 tahun ke sebuah hutan dipinggiran kota, tidak diketahui apa alasan mereka melakukan hal itu tetapi ini sangatlah mengerikan.

Kalian akan melihat 2 orang yang menggunakan balaclava mengeluarkan seorang pria dari kursi belakang mobilnya, tangan dan kaki pria itu terikat oleh tali tambang yang sangat kuat dan dengan kepala yang tertutup oleh kain hitam.

Kini salah satu pemuda itu membuka kain tersebut, membuat orang itu bisa melihat beberapa menit sebelum ajal menjemputnya. Orang itu adalah James.

Read Another Stories:

Tampak terjadi sebuah percakapan menggunakan bahasa asing antara james dan pemuda tersebut, ketika mencoba memperhatikan apa yang mereka katakan tetapi itu sama sekali tidak berhasil.

Salah satu pemuda tersebut menjadi camera-man dan satunya lagi menjadi sang “aktor”.

Camera-man menandakan bahwa ia sudah merekam adegan ini. Kemudian “sang aktor” memukul wajah james hingga terjatuh ke tanah dan mengambil beberapa perkakas dari dalam bagasi mobil.

Ia kembali menuju James dan melepaskan ikatan tangannya. Saat itu pula ia memukul tangan James berkali-kali dengan palu. Bisa kau bayangkan tulangnya makin remuk setiap kali dipukul. Kuku-kukunya hancur dan telapaknya kini biru bahkan ada beberapa bagian tangannya yang mengeluarkan darah.

James merasa sangat lemas, terlihat dari sayu matanya, tetapi ia tetap coba melawan seolah hari itu dia tak boleh mati.

Camera-man terdengar seperti memberikan instruksi, kemudian si “aktor” mengangguk dan memukul tulang kering James dengan palu. Ia mencoba berteriak tapi apalah daya suaranya terhalang oleh kain yang menyumpal mulutnya.

Terlihat posisi kaki yang juga remuk, ini “aktor” lakukan agar James tidak dapat melarikan diri. Kau pasti bisa membayangkan bagaimana rasanya.

Sang “aktor” mundur kembali ke mobilnya untuk mengambil peralatan lain, yaitu sebuah linggis. Ia membuka sumpalan kain yang menutupi mulut james dan menghantamkan linggis itu kewajah James hingga setengah sadar. Kemudian ia menyucukkan ke bagian bahu.

Layaknya seorang psikopat ia hanya tertawa sambil memutar-mutar linggis tersebut, seolah ini adalah sebuah permainan.

James kembali tersadar dan pada saat itu pula dia masih mencoba merangkak melarikan diri, tapi rasa sakit ia dapatkan ketika pahanya kembali ditusuk oleh linggis.

James bergumam tanpa tenaga.

“Bunuh saja aku..”
“Bunuh saja aku..”
“Bunuh saja aku..”

Sang “aktor” mengeluarkan sebuah obeng dari sakunya, ia memegang kepala James kemudian menancapkan obeng itu ke matanya.

Badan james sedikit kejang-kejang saat ia merasakan obeng itu menembus bola matanya. Tangannya mencoba bergerak untuk membela dirinya, tetapi sang “aktor” memaju mundurkan obeng tersebut di mata James.

“Krookkk … krook .. krookkk” entah itu suara yang keluar dari tenggorokan James atau dari gesekan obeng di rongga matanya. Hal serupa juga dilakukan pada mata James yang satunya, juga pada kedua kupingnya.

Jika kamu pikir ini adalah akhirnya? Kamu salah.

Sang “aktor” mengambil sebotol air aki dari botol yang berada di ujung jarak pandang kamera, itu adalah air aki. Dia membuka mulut James yang sudah diambang kematian, memasukkan air itu kedalam mulut James hingga James kembali kejang-kejang menahan sakit.

Ia tetap kejang-kejang saat sang “Aktor” mengambil gambar dirinya. Saat itulah rekaman dimatikan.