Tikungan Haji

Home > Cerita Mistis > Tikungan Haji – 183 reads

Banyak jalanan di Indonesia memiliki cerita mistis. Salah satu yang banyak diperbincangkan, sebuah jalan di Desa Perkebunan Normark, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, “Namanya Tikungan Haji” ini.

Dua jalan menikung yang berdampingan atau tikungan ganda, telah banyak yang mengatakan bahwa tikungan di jalan lintas Kotapinang-Gunung Tua tersebut merupakan salah satu jalan yang angker. Berbagai cerita pun berkembang dari mulut ke mulut. Kisah yang membuat bulu kuduk berdiri.

Sekilas tikungan itu terlihat seperti tikungan biasa. Namun, tikungan yang dikelilingi areal perkebunan sawit HGU PT Normark sudah sejak lama, merupakan salah satu tikungan yang Angker dan banyak memakan korban. Serta Banyak warga setempat yang meyakini jika banyaknya kecelakaan di tikungan tersebut tak lepas dari ulah jahil makhluk halus penunggu tikungan maut itu. Memang ada beberapa cerita seram yang disebut pernah terjadi di sana. Kabarnya, sosok hantu perempuan atau kuntilanak pernah menampakkan diri ke sejumlah pengendara yang melintas di jalur ini.

Read Another Stories:

“Saya sendiri pernah mengalami hal aneh ditikungan itu. Sewaktu pulang tugas dari Desa Perk. Nagodang hendak menuju kerumah, sampai di sekitar tikungan haji tiba-tiba sepeda motor saya mati,
tanpa rasa curiga sedikit pun akan keadaan saya tetap mencoba untuk menghidupkan motor namun tanpa sengaja saya melihat wanita cantik duduk diatas pelepah kelapa sawit. ya, sosok kuntilanak Lalu wanita itu menjerit dan tertawa. Tapi saya tak peduli terus berusaha menghidupkan motor, karena tak mau hidup juga, terpaksa saya dorong Sepeda motor dengan di iringan suara kuntilanak, agak jauh dari tempat motor saya mati baru motor saya pun bisa hidup kembali”.

Dan ada juga pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal, dan masuk ke dalam Galian bekoan PT Normark. Membuat teman yang diboncengnya mengalami patah tulang bagian bahu. Kecelakaan itu disebabkan berusaha menghindari perempuan yang sedang menyeberang ditikungan itu, padahal tidak ada perempuan yang menyeberangi tikungan tersebut. “Tadi saya lihat perempuan membawa anak menyeberangi tikungan ini bang, saya mengelakkan itu bang,” ungkapnya.

Bahkan juga cerita Warga Desa Bangai Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan. Ia mengaku pernah menolong suami istri yang terlibat kecelakaan di tikungan itu. “Pernah juga aku mengalami hal aneh di daerah itu, saat menolong suami-istri yang menjadi korban kecelakaan tunggal sepeda motor ditikungan itu. Istrinya tidak sadarkan diri, tapi suaminya tidak apa-apa hanya luka lecet saja. Lalu kami bawa dengan mobilku ke Puskesmas terdekat, sebelum sampai ke Puskesmas istri-nya kesurupan dan tertawa terbahak-bahak, membuat bulu kudukku langsung berdiri,” ujarnya.

Dari cerita yang beredar, sebelum ada pemunculan hal-hal yang aneh. Ketika itu PT Normarak masih milik PT ERBA dimana kala itu areal perkebunan ini adalah tanaman karet. Berawal dari sebuah peristiwa kecelakaan sekitar tahun 1950-an, terjadi kecelakaan fatal di tikungan tersebut, kendaraan gerobak yang membawa penumpang ini jatuh kejurang. Akibatnya, tidak seorang pun penumpang yang selamat, dimana korban tersebut didapati seorang haji (nama haji dirahasiakan). Semenjak tragedi itu, masyarakat menamakannya tikungan haji.

Dari arah Kotapinang-Langgapayung, dibawah tikungan haji itu terdapat juga Tikungan Batang Pane. Sebutan ini berawal dari sebuah peristiwa kecelakaan di tahun 1975-an. Ketika itu, sebuah bus PO Batang Pane mengalami kecelakaan dan masuk ke kolam bekas PT ERBA pada saat pembangunan jalan itu. Dimana posisi jatuhnya bus PO Batang dalam keadaan terbalik di Kolam yang dibuat oleh Batang Taris manajer PT ERBA. Atas tragedi itu, jalan menikung ini disebut masyarakat Tikungan Batang Pane.

Usai kejadian, setiap tahunnya tikungan tersebut selalu memakan korban dan angker. Percaya atau tidak, itu merupakan cerita mistis yang banyak dialami pengendara saat melintas di Tikungan Haji dan Tikungan Batang Pane. Cerita ini dengan cepat menyebar dan sempat dialami oleh mereka yang melintas.