Teman Lamaku Meninggal Karena Sakit Kanker dan Positif Corona

KCH > Cerita Sedih > Teman Lamaku Meninggal Karena Sakit Kanker dan Positif Corona

Assalamualaikum… selamat membaca… kejadian ini ku alami sore kemarin tepatnya pada hari Sabtu di bulan Maret tahun 2020. Aku menikmati secangkir teh hangat di atas tempat tidurku, sudah hampir sebulan ini aku tak pernah keluar dari rumah. Bukannya malas atau apa, aku hanya takut tentang virus Corona itu yang semakin menjadi-jadi.

Sudah lama aku tak menulis di KCH, mungkin nanti malam aku ceritakan pengalaman yang ku alami beberapa hari ini, pikiranku. Tak sengaja aku membuka album masa SMP ku dulu dan tak sengaja aku terfokus pada satu foto yang lumayan sudah pudar. Foto diriku yang pada saat itu masih kelas 7 SMP dan bisa dikatakan awalnya memasuki masa SMP. Aku berpikir keras siapa nama perempuan di sampingku ini, lantas baru ku sadari ternyata dia Zahra.

Zahra temanku yang dulunya paling bawel dan cerewet itu, sudah 4 tahun rasanya aku tak berkomunikasi dengannya. Hingga kemarin sempat ku dengar kabar burung bahwa ia sakit keras dan harus di rawat di luar negeri. Sejak saat itu aku tak pernah menerima kabar darinya lagi. Tak lama kemudian suara handphone mulai terdengar. Pesan WhatsApp.

Read Another Stories:

“Assalamualaikum Bismi, kamu apa kabar? Sehat kan?” begitulah tertera pesan chat dari nomor yang tak ku kenal.

“Waalaikusalam. Alhamdulillah baik, tapi maaf ini siapa?” balasku.

“Hehhe ini aku Zahra, maaf sudah lama gak ada kabar, sekalian aku mau pamitan sama kamu” katanya yang membuatku sedikit bingung.

“Aduh Zahra, kapan kita ketemu aku sudah kangen banget serius loo. Kok mau pamitan, memang kamu mau kemana?”.

Dan itulah pesan terakhir yang ku kirim untuknya dan ia tak pernah membalasnya lagi. Mungkin dia lagi sibuk atau bisa jadi ada urusan mendadak. Kemudian hujan mulai turun, aku masih saja memikirkan Zahra si teman lama yang menurut ku agak aneh karena dia mengabariku secara tiba-tiba setelah sekian lama.

Aku melihat ke arah jendela, samar-samar aku melihat bayangan putih melintas dengan cepat, aku bergegas pergi dan mengecek dengan berdiri di tepi jendela. Tak ada siapapun, mungkin cuma halusinasiku saja.

Aku mendengar dering telepon di ruang tamu, aku bergegas memanggil nenek untuk mengangkatnya. Tapi entah kenapa kudapati nenekku sedang merumpi dengan temannya di dapur. Alhasil aku juga yang harus mengangkat telepon itu.

“Halo” kataku.

Setelah beberapa menit aku berbicara. Barulah aku terduduk lemas di atas lantai ruang tamu, aku menangis sambil menyembunyikan mukaku di antara kedua lututku. Zahra teman lama ku itu telah meninggal 3 hari lalu di Singapura. Karena di tambah sakit kankernya itu, ia juga di anggap positif Corona. Tapi yang memberikan pesan di WhatsApp tadi siapa?

Aku kembali ke kamar dan mengecek pesan yang kudapati dari Zahra dan anehnya pesan itu menghilang tanpa diriku menghapusnya. Tak lama kemudian lampu padam, kesunyian dan kegelapan yang hampir memasuki bada magrib ini membuatku agak merinding dan tak lama kemudian aku merasakan tangan dingin memeluk tubuhku dari belakang.

Aku tau itu Zahra, aku menangis sambil mengatakan kata “maaf” ya cuma itu saja yang keluar dari mulutku itu. Jiwaku seakan-akan berbicara dan mendengar dengan jiwa Zahra. “Maaf Bismiiiii, aku pamit terlambat” begitulah aku mendengarnya dan sejak mendengar itu dadaku sesak dan merasakan sakit seperti di tusuk jarum dan pada saat itu aku sudah tak sadarkan diri lagi.

Terima kasih telah mengunjungiku teman lama. Sekian. Salam dari Aceh, wassalamualaikum.

Instagram: Bismi_jasein1108
Wa: 081370400622