Pesan Tertulis

Home > Cerita Seram > Pesan Tertulis – 513 reads

Aku telah terbaring di kasur selama berjam-jam. Sekarang sudah jam 5:30 pagi dan tidak ada hal yang dapat kulakukan. Orang tuaku sedang menatapku tetapi aku tidak tega melihat mereka. Aku mencoba untuk tidak menjerit.

Mata mereka menatap lurus kepadaku dengan mulut mereka yang ternganga. Aku merasa lumpuh oleh ketakutan. Aku tidak bisa membiarkan mereka tahu bahwa aku tidak tertidur dan tidak ada orang yang dapat menyelamatkanku.

Aku telah memikirkan jalan untuk melarikan diri, karena jika aku tetap tinggal disini, aku akan mati. Dia menungguku untuk bangun dan melihat apa yang telah dilakukan olehku.

Read Another Stories:

Beberapa jam yang lalu, aku telah dibangunkan oleh suara teriakan yang datang dari lorong dibawah. Aku terbangun untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Setelah aku mengintip keluar melalui pintu kamarku, aku melihat ada darah di karpet. Itu begitu mengerikan, aku langsung lari ke kasur dan bersembunyi dibalik selimut. Aku berusaha keras untuk kembali tertidur, dan berusaha untuk meyakinkan diri sendiri bahwa tadi itu hanya mimpi buruk yang begitu mengerikan.

Kemudian, pintu kamarku berderit terbuka dan aku mengintip keluar dari dalam selimutku untuk melihat apa yang terjadi. Aku bisa melihat sesuatu sedang membawa dua buntalan besar kedalam kamar.

Apapun itu, itu bukanlah manusia. Aku bisa memberi tahu lebih banyak. Makhluk itu bertubuh kurus dan berbulu, dia tidak memiliki mata. Dia bungkuk dan agak bengkok dan merayap kedalam kamarku tanpa suara. Mataku sudah terbiasa dengan kegelapan dan aku bisa melihat dia sedang menyeret sesuatu, itu adalah mayat orang tuaku yang sudah meninggal.

Dia menaruh mayat ayahku disamping tempat tidur, dan menghadapkan kepala ayahku kepadaku. Kemudian menaruh ibuku di kursi dan menghadapkan wajahnya kepadaku. Akhirnya ia menggaruk tangannya disepanjang tembok, untuk menulis sesuatu dengan darah.

Dia melangkah mundur dan aku bisa melihat sebuah pesan tertulis di dinding. Beberapa jam yang lalu kamarku terlalu gelap untuk membaca.

Makhluk itu telah berdiri di sudut ruangan selama berjam-jam, menunggu untuk menyerang. Mataku telah terbiasa dengan kegelapan sehingga aku bisa membaca pesan di dinding itu. Aku tidak mau melihat itu, ini terlalu menakutkan untuk dipikirkan.

Tapi aku harus melihatnya sebelum aku mati. Aku mengintip untuk melihat pesan itu.

Di situ tertulis, “Aku tahu kau sudah bangun”.