Pesugihan Tuyul: Jimat Keberuntungan

Home > Jasa Blog Post > Pesugihan Tuyul: Jimat Keberuntungan – 142 reads

Namanya Farida seorang janda berumur 36 tahun yang telah ditinggal oleh suaminya karena bercerai, begitulah warga kampung sekitar selalu memanggilnya. Saat itu matahari mulai terbenam di ujung barat, Farida menghela napas panjang dengan kekecewaan yang dapat dilihat pada matanya, baru saja ia menghitung hasil penjualan dagangan miliknya yang tidak sampai Rp 75.000. Hal ini sudah membuatnya mengalami frustasi untuk kesekian kalinya.

Setiap hari dia selalu berpikir bagaimana cara bisa membayar tagihan mulai dari utang, kontrakan, listrik sampai modal untuk yang lain. Uangnya selama seminggu bahkan habis hanya untuk makan sehari-hari dan menghidupi kedua anaknya yang masih kecil.

4 bulan berturut-turut usaha yang ditekuni oleh Farida mengalami penurunan sampai dia akhirnya memutuskan untuk tidak meneruskan usahanya. Ya, semua itu tentu saja terjadi karena pelanggannya mulai berkurang bahkan bisa saja sehari tidak ada pembeli yang datang untuk membeli dagangannya.

Read Another Stories:

Sampai dia mencoba hal baru dengan bermain judi online Sbobet dengan mengunjungi warnet terdekat, dia mengetahui ini dari temannya bernama Mirna yang mengajaknya untuk bermain judi online, namun pada akhirnya tidak dapat mengubah nasibnya.

Seorang yang tidak sempat menempuh sekolah dan hanya hidup seorang diri tanpa suami agaknya semakin menyulitkan hidupnya. Malam itu, pada saat sedang membersihkan barang-barang bekas, tiba-tiba pintu rumahnya diketuk.

“Farida, ini aku Mirna…”

Farida bergegas membuka pintu rumahnya dan bertemu dengan Mirna. Setelah lama mengobrol, akhirnya Farida tau maksud kedatangan Mirna ke rumahnya.

Mirna menyerahkan sebuah koran dan di depan koran tersebut ada penjelasan tentang cara instan agar cepat kaya dengan memelihara tuyul. Mulai dari tempat pesugihan hingga persyaratan dijabarkan secara rinci di koran tersebut. Lalu Mirna menjelaskan kepada Farida untuk mencobanya namun bukan untuk mencuri uang.

Budaya mitos yang berkembang dan dikenal oleh setiap orang, bahwa beberapa orang yang melakukan pesugihan tuyul, sering dikaitkan dengan menyusui tuyul tersebut untuk mencuri uang. Namun Mirna menjelaskan bahwa penggunaan tuyul tersebut adalah sebagai jimat keberuntungan untuk menang dalam perjudian online Sbobet.

Awalnya Farida tidak tertarik dengan ajakan Mirna terkait hal mistis, namun saat itu dia seperti sudah tidak punya harapan untuk menemukan jalan lain dalam membayar berbagai utang dan juga tagihan cicilan. Setelah melihat tulisan di koran tersebut ia meyakinkan untuk datang ke tempat pesugihan yang tertera di koran tersebut.

Esok harinya Farida sampai di depan sebuah rumah yang tertera di koran tersebut, beberapa kali dia mengusap keringat yang jatuh dari dahinya sambil menggulung kertas koran untuk mengurangi kegelisahannya. Rumah orang ini cukup luas dan seperti rumah pada umumnya hanya saja lokasi jauh dari keramaian hingga dikelilingi dengan berbagai pepohonan tinggi.

Setelah bertemu dan bertanya mengenai persyaratan dengan orang yang biasa dipanggil Mbah ini, lalu Mbah tersebut menyampaikan persyaratan yang bisa dibilang cukup mudah yakni, menyediakan sebuah ruangan yang terpisah dengan rumah, hal ini ditujukan untuk tempat tinggal tuyulnya.

Saat itu Farida menyanggupi persyaratan yang diberikan, ia juga dipantang untuk menyiapkan darah ayam hitam setiap 3 bulan sekali di tengah ruangan yang digunakan tuyul tersebut. Kemudian mbah tersebut mengeluarkan sebuah jimat bening dengan tutup kain hitam. Nantinya Farida hanya perlu membawa jimat dengan tutup kain hitam ini sebagai keberuntungannya.

“Jika kamu melanggar pantangan, maka bencana yang kamu dapat akan lebih besar” ujar si mbah mengingatkan.

Setelah perjanjiannya, Farida segera bergegas pulang dengan membawa jimat keberuntungannya dengan hati-hati. Sesekali dia memperhatikan jimat keberuntungan tersebut. Anehnya, dia tidak melihat sesuatu yang berwujud atau makhluk yang sering diceritakan sebagai tuyul itu di dalam jimat tersebut.

Sebuah hal yang tidak terduga yang tidak akan pernah dilupakannya terjadi sesaat setelah dia melakukan pesugihan tuyul. Malam itu Farida mimpi buruk, di dalam mimpi tersebut dia sedang menggendong sosok makhluk berkepala botak dengan celana kusam berwarna putih serta mata berwarna merah. Dia meyakini jika itu bukan hanya mimpi tapi seperti kejadian yang sebenarnya.

Pagi harinya ketika bangun, badan Farida dibuat pegal dan sakit-sakit. Farida hanya berpikir mungkin ini merupakan resiko yang harus dia terima. Pada hari ke-10 kepemilikan tuyul, Farida sudah bisa melihat wujud asli makhluk menyeramkan itu. Umumnya tuyul sama seperti anak kecil yang suka berlari tidak bisa diam hingga merengek saat kelaparan.

Untuk menjalankan percobaan, setiap sore hari Farida mengunjungi warnet untuk mencoba jimat keberuntungannya dan benar saja, pada kali ini dia menang bermain judi online dengan modal yang minim untuk mendapatkan ratusan ribu rupiah.

Hari demi hari terus dia lalui dengan kemenangannya ketika bermain judi online. Lembar demi lembar uang dikumpul sehingga membuat Farida menjadi salah satu orang kaya di kampung tersebut. Kini rumahnya diperbesar hingga usahanya yang dulu redup, kini mulai besar.

Namun, di mata warga setiap kekayaan yang Farida dapatkan dianggap tidak wajar, apalagi kini Farida dinilai sombong dan penyendiri tidak mau berbaur dengan warga. Pernah suatu ketika saat pertama kali Farida mengadakan syukuran di rumahnya. Pak Ustad yang mengisi acara malah memberikan ceramah dengan tema jangan sekali-kali bersekutu dengan setan.

Dari sana warga tambah percaya jika Farida mendapat semua kekayaan dengan ilmu hitam, ditambah lagi ketika salah satu tetangga tidak diijinkan untuk masuk ke dalam ruangan tertentu di rumah Farida, dengan alasan ruangan itu banyak debu.

Warga sekitar juga meyakini bahwa ada beberapa orang sering melihat sosok anak kecil yang mondar-mandir sambil berlari di sekitar rumah Farida dan juga setelah mau dipergok oleh beberapa warga, anak kecil itu menghilang entah kemana.

Hingga pada suatu hari ada kejadian yang membuat Farida malu, pada saat itu seorang warga di kampung sebelah yang dianggap pintar dalam mistis berhasil menangkap tuyul yang sering berkeliaran disekitar rumah Farida. Orang yang menangkap tuyul tersebut mencoba untuk meletakan tuyul itu di atas lilin yang terbakar api.

Tidak lama sejak kejadian itu, tiba-tiba saja Farida datang meminta maaf dan berkata jika tubuhnya melepuh karena seperti terbakar dan jimat keberuntungan Farida telah menjadi abu. Dari kejadian tersebut, warga menyimpulkan bahwa Farida telah melakukan pesugihan tuyul untuk mendapatkan uang secara instan.

3 hari kemudian, entah apa penyebabnya rumah beserta usaha yang dimiliki Farida tiba-tiba terbakar semuanya menghanguskan seluruhnya hanya meninggalkan Farida beserta anaknya yang kembali seperti semula sebelumnya.

Ref: https://103.102.46.165