Uang Taruhan Judi Dari Raja Tuyul

Home > Jasa Blog Post > Uang Taruhan Judi Dari Raja Tuyul – 115 reads

Malam itu entah kenapa Anton berkeringat padahal cuaca sangat dingin, tapi tetap saja dia mencoba mandi meskipun badannya masih penuh dengan keringat. Hal ini karena Anton ditagih utang, sehingga dinginnya malam membuat badannya semakin panas, karena terus berpikir untuk melunasi utang yang ditagih oleh seorang debt collector.

Utang Anton kian menumpuk, karena berawal dari hobinya bermain judi yang sering mengalami kekalahan dan juga bermain perempuan nakal di sebuah kedai kopi langganan. Anton sering berkumpul bersama teman-temannya di sebuah kedai kopi tempat dia dan beberapa temannya bersenang-senang setiap malam.

Di antara gemerlapnya lampu bersama dengan kopi hitamnya yang dia seruput sedikit demi sedikit, juga ditemani beberapa perempuan yang terkadang menarik gairahnya, Anton bisa merasa hidup dan menikmati kesenangan dunia karena terkadang Anton juga menang banyak ketika bermain judi dengan taruhan yang sangat besar.

Read Another Stories:

Istri dan anaknya selalu berada di rumah menunggu. Ketika akan pergi bermain judi di kedai kopi, Anton selalu memberi nasihat kepada anak semata wayang dan istrinya untuk menjaga rumah. Meski begitu Anton selalu pandai mencari alasan. Seperti halnya judi, terkadang ada suatu ketika tidak selalu berujung kemenangan bagi Anton. Ada kalanya dia pulang dengan wajah masam, dan terkadang suka marah-marah, hal itu terjadi setiap harinya.

Anton duduk diam di kedai kopi sambil menikmati angin malam karena dia masih belum percaya bahwa dia telah menghabiskan gajinya selama sebulan sebagai karyawan di sebuah perusahaan, hanya dalam 1 malam saja. Tidak jauh dari tempat duduknya Anton, rekan kerjanya mencoba untuk menghampirinya karena tidak tega melihat nasib kawannya malam itu.

“Apa yang sudah terjadi, biarlah berlalu baiknya tidak di sesali berlarut-larut karena akan membuat kamu malah jadi stress” ujarnya.
“Iya, namun ini uang buat kebutuhan istri sama anakku dan juga buat bayar utang yang aku pinjam sama rentenir” jawabnya seperti sedang menahan kesedihan.
“Namun mau bagaimana lagi?” ucap kawannya sambil memegang pundaknya.
“Sepertinya aku akan mencoba jalan pintas dengan melakukan pesugihan” Anton menimpali temannya.

Temannya berpikir bahwa pernyataan tersebut hanyalah sebuah perkataan konyol yang diluar dari kesadarannya, tapi esok harinya, dia tetap menelepon temannya dan membahas rencananya untuk melakukan ritual pesugihan.

“Kamu gak lagi stress kan, Ton?” tanya temannya.
“Enggak. Saya tetap ingin pergi ke pohon Beringin yang dianggap sangat angker oleh warga sekitar” ucapnya.

Di kampung mereka, terdapat sebuah pohon Beringin yang ukurannya sangat besar. Karena lokasinya yang berada di sekitar hutan, orang-orang tidak berani pergi ke sana sendirian, terkecuali bagi mereka yang percaya bahwa penunggu pohon tersebut bisa membantunya di segala urusan. Berdasarkan informasi yang dia dapat dari beberapa orang-orang terdekat, Anton pergi ke pohon itu, sambil membawa darah ayam hitam dan bunga melati yang diperuntukkan bagi penunggu pohon tersebut.

Sesampainya di pohon itu, Anton melakukan ritual yang dikatakan oleh temannya, karena temannya sempat bertanya kepada dukun di kampung tersebut. Anton melihat sekeliling dan mendapati bahwa dia sedang sendirian di tengah-tengah gelapnya malam.

Setelah itu, dia menyiapkan darah ayam hitam dan juga bunga melati yang telah disiapkan sebelumnya. Menaruhnya memakai wajan, dan menabur bunga. Sambil komat-kamit membaca mantra, setelah beberapa jam muncul penunggu pohon Beringin. Penunggunya adalah Raja Tuyul dengan tubuh yang besar, kepala yang botak, dan mata merah menyala. Hal yang paling mencolok yang dimilikinya adalah sepasang taring besar dan tajam di mulutnya.

Makhluk itu mendekati Anton seperti baru melihat manusia pertama kali, hanya saja fokusnya berubah setelah melihat darah ayam hitam yang disajikan olehnya. Dalam sekejap, Raja Tuyul itu meminum darah ayam hitam tersebut. Anton merasakan kengerian yang dilihat oleh matanya sendiri, namun dia tetap diam sesuai dengan arahan temannya. Dia diperintahkan untuk menunggu Raja Tuyul itu selesai meminum darah tersebut.

Ternyata benar apa yang dikatakan oleh temannya, Raja Tuyul tersebut memberikan beberapa lembar daun pisang yang entah ia dapat dari mana. Setelah itu dia kemudian menghilang dan meninggalkan Anton sendirian dalam keadaan tidak percaya mengenai apa yang telah dilihatnya.

Daun pisang yang diberikan oleh Raja Tuyul itu merupakan bayaran atas darah yang disajikan oleh Anton. Lalu esoknya Anton membawa daun pisang itu kepada temannya, dan temannya bilang tunggu beberapa saat karena daun pisang tersebut akan dibawa oleh temannya ke dukun yang dia kenal di kampung tersebut.

Anton dan temannya berangkat menuju rumah dukun, lalu Anton menunggu diluar dan berselang 10 menit, temannya keluar dari rumah dukun itu dengan membawa uang yang konon berasal dari daun pisang yang didapat dari Raja Tuyul. Berkat darah ayam hitam, Anton mendapatkan uang yang berlimpah. Ia tidak tahu bahwa daun pisang dari Raja Tuyul itu bisa berubah menjadi uang jutaan rupiah hanya dengan bantuan seorang dukun di kampungnya.

Mendapatkan uang sebanyak itu, Anton membayar utangnya kepada debt collector yang sering datang ke rumahnya dan kegiatan Anton setiap harinya semakin sering bermain judi di kedai kopi langganannya. Tidak ada lagi kekhawatiran dari dirinya untuk bertaruh uang dengan jumlah besar karena dia tahu harus pergi kemana jika sudah kehabisan uang.

Kebiasaannya bertaruh semakin intens ketika dia menguasai meja judi selama beberapa minggu terakhir. Dia semakin rajin berbohong kepada istrinya demi mendapatkan kesenangan dan mendapatkan uang yang banyak dari pesugihan yang dia lakukan. Meski begitu kebohongan yang dia simpan akhirnya terbongkar. Di suatu malam, Anton tidak menemukan istri dan anaknya di rumah. Motif kepergian istri dan anaknya baru dia ketahui dari sebuah surat yang mengungkapkan kekecewaan yang begitu besar atas judi dan kebohongan yang biasa dilakukan Anton.

Awalnya Anton berpikir bahwa istri dan anaknya akan kembali, hanya saja sudah lebih dari 3 minggu, anak dan istrinya belum pulang juga ke rumah. Kekhawatiran yang mulai timbul juga tidak bisa membuahkan hasil karena Anton tidak mengetahui kemana perginya istri dan anaknya. Lama kelamaan kesehatan mental Anton terganggu. Dia tidak lagi terlihat ceria, baik ketika sedang bekerja di kantor ataupun ketika sedang berjudi. Setiap tidur dia selalu melihat Raja Tuyul itu tiba-tiba sering hadir dalam mimpinya. Tidak jarang dia terbangun dengan rasa ngeri melanda pikirannya. Hal ini terjadi karena dia sudah tidak lagi datang untuk memberikan sesajen kepada Raja Tuyul itu.

Perasaan lelah pada akhirnya berubah menjadi rasa kesal yang menggelitik pikirannya. Anton berpikir bahwa kepergian istri dan anaknya bermula dari pesugihan yang dia lakukan. Tidak ingin dihantui oleh mimpi buruk dan rasa stress yang membuatnya terlihat seperti orang tidak waras di depan warga kampungnya, Anton meminjam gergaji kepada salah satu warga di kampungnya, lantas dia menuju pohon Beringin.

Esok paginya, seorang warga kampung menemukan Anton sudah tidak bernyawa di bawah pohon Beringin. Warga yang melihat itu masih belum pasti dengan apa yang telah terjadi kepada Anton, namun warga tersebut menemukan kejanggalan karena ekspresi wajah Anton yang telah meninggal itu berada dalam ekspresi ketakutan.

Ref: https://biangqq.site/