Hujan Deras

KCH > Kisah Misteri > Hujan Deras

Assalamualaikum dan selamat membaca. Di bulan Ramadhan yang ke-22, hari ini merupakan hari yang lumayan sepi buat seorang Bismi Jasein tentunya. Aku terduduk lesu di ruang tamu, sambil memandang foto almarhum kakekku yang sedang tersenyum bersama teman tentaranya. Sungguh aku rindu candaan dan nasehat kakekku itu.

“Bismi, dimana kamu?” panggilan nenek menyadarkanku.
“Iya kenapa nek?” kataku sambil meletakkan foto kakek dan bergegas ke dapur menjumpai nenek.
“Nenek mau keluar sebentar, kamu jaga menu buka puasa ini, jangan sampai dimakan sama kucing, apalagi ikan bakar ini” kata nenek padaku.
“Iya baiklah, tapi jangan terlalu lama, Bismi sendirian di rumah, cuaca mendung lagi, bibi raiya belum pulang dari rumah temannya” jawabku.
“Iya tak akan lama” kata nenekku sambil pergi lewat pintu dapur.

Aku beranjak memasuki kamarku di sore hari itu, aku memainkan handphone seraya membalas chat dari teman-teman SMA ku dulu. Ahhh ajakan Bukber tertera di layar handphone, eummm okelahhh aku akan ikut (benakku berkata).

Read Another Stories:

Langit mulai mendung, hujan rintik-rintik mulai turun dan semakin lama semakin deras saja. Aku terbangun dari acara golek-golekku. Ku lihat ke sekeliling kamar sangat sepi dan gelap. Aku beranjak ke samping kiri kamar untuk menghidupkan lampu. Setelah lampu nyala aku mendengar suara benda terjatuh di dapur, suara benda itu sangat keras sehingga terdengar di saat hujan deras seperti ini.

Aku keluar kamar, kuhidupkan lampu ruang tamu dan menuju ke dapur. Saat berada di dapur, aku sempat melihat ke sekeliling tapi aneh tak ada benda terjatuh. Tadinya aku pikir itu ulah si “Nehi” kucing kesayanganku.

Saat hendak aku mau menghidupkan lampu dapur, saat itu pula aku mendengar suara sesak nafas di belakangku. Aku berhenti melangkah dan kembali mendengarkan, kadang aku salah.

Tapi keringat dingin mulai datang dengan sendirinya, aku mematung tanpa bisa menoleh ke arah kiri dan kanan. Samar-samar suara sesak nafas itu semakin besar terdengar di telingaku. Aku memejamkan mata dan membacakan ayat kursi dan Al Fatihah, dan saat hendak aku menutup mata sempat terlintas di hadapanku sebuah bayangan hitam besar. Agak terkejut batinku tapi bergegas diriku menutup mata dan membacakan ayat kursi serta al fatihah.

Setelah beberapa kali membaca ayat kursi dan Al Fatihah, baru tangan seseorang memegang bahuku dan ternyata itu adalah nenek, uhh lega rasanya.

“Nenek kenapa lama sekali? Sudah ku katakan jangan terlalu lama” kataku mulai cemberut.

Nenek berjalan menghidupkan lampu, entah itu nenek atau bukan, yang jelas dia adalah sosok perempuan tua yang sangat mirip dengan nenekku. Saat hendak menghidupkan lampu, tangan seseorang memegang bahuku lagi, dan saat itu pula lampu mulai menyala.

“Kenapa kamu ngomong sendiri cuk?” kata nenek yang barusan memegang bahuku.
“Nenek baru pulang?” tanyaku.
“Iya cuk baru saja, mengapa kau tak hidupkan lampu dapur, gelap tak baik untukmu cuk” kata nenek padaku.

Lantas nenek yang memegang bahuku di awal tadi siapa? Aku agak merinding saat memikirkan itu, lantas aku kembali ke ruang tamu. Masih saja keringat dingin ini keluar, aku masih saja pusat pasi saat duduk di atas sofa. Huft, hujan Deras ini sungguh mengerikan sumpah. Nah itulah kejadian yang horor menurutku yang ku alami sore tadi.

Agak masih bingung sih siapa sosok hitam besar dan siapa nenek yang memegang bahuku di awal tadi sebelum nenekku. Ok thanks for yang sudah mau baca ceritaku 🤗🤗

FB: Bismi Jasein
IG: Bismi_jasein1108
WA: 081370400622

Di Add ya, jangan sungkan untuk berteman. Salam Bismi Jasein from Aceh.