Kamar Lantai Atas Berantai

KCH > Kisah Misteri > Kamar Lantai Atas Berantai

Assalamualaikum.. selamat membaca. Tepatnya di awal tahun 2019, ada sedikit pertengkaran antara mama dan diriku. Alhasil di awal tahun itu aku pergi ke China dan tinggal sementara di rumah istri pertama papaku itu. Sedangkan mama kandungku sendiri berada di Malaysia. Huff aku menghela nafas panjang, tak kusangka diriku akan bolos sekolah selama dua minggu dengan kepergian mendadakku ke negeri Beijing ini.

Teman-teman sekolah banyak yang mengomel akan kepergianku..kenapa tidak? Diriku yang sudah menduduki kelas 12 SMA, ditambah lagi jadwal les yang akan di selenggarakan dua minggu lagi. Banyak chat grup WhatsApp SMA di layar handphone, sebagian mengomel karena diriku, sebagian lagi mengomel karena tugas yang menumpuk. Aku hanya membaca pesan mereka, tak ada satu pun huruf yang kubalas di pesan grup itu.

Tiba-tiba mama Jihong (istri pertama papaku) memanggil diriku.

Read Another Stories:

“Na di ya ni Zai nali? (Nadia kamu dimana?)”, suara mama Jihong terdengar.
“Zai mama de fangjian Li (di kamar mama)”, jawabku.

Mama Jihong akhirnya membuka pintu kamarku seraya berkata.

“Women kiai chi ba (ayo cepat makan)”, katanya.
“Hoilai de mama (nanti saja mama)”, jawabku.
“Shi de, dan bir wangle yihou chi (ya sudah, tapi jangan lupa nanti makan ya)”, katanya sambil tersenyum.
“Shide mama (iya mama)”, jawabku sambil membalas senyumannya.
“Mama Xian qu shichang (mama ke pasar dulu ya)”, katanya kemudian sambil menutup pintu.

Aku masih saja terduduk diam di atas meja belajarku..hingga hujan rintik-rintik mulai terdengar, aku pun mulai beranjak keluar kamar, rencananya ingin makan, tak terasa sudah jam 5 sore diriku ini tak kunjung mengisi perut juga. Saat melewati ruang tamu, aku mendengar suara pintu yang seperti di gedor-gedor.

Aku terdiam sejenak dan melihat ke sekeliling..kok sepi? Kemana papa dan kak Jinching (anak mama Jihong). Aku mulai menatap ke lantai atas, karena penasaran akhirnya aku menaiki tangga menuju ke arah kamar kak Jinching dan Mei Chan.

Terlihat ada empat kamar di lantai atas. Kamar pertama kamarnya Mei Chan (si kakak cantik yang kuliah di Kanada dengan jurusan kedokteran), kamar kedua kamarnya kak Jinching (si kakak bawel yang kuliah di swis dengan jurusan dance), dan ketiga kamarnya bang Aung Han (si Abang tertampan bak Kim Taehyung BTS yang sekarang kuliah di Korea dengan Prodi Matematika).

Dan mereka bertiga jarang banget pulang..jadi alhasil kamar lantai atas cukup dibilang sepi, hanya saja kak Jinching yang baru pulang dari Swiss baru-baru ini.

Sedangkan kamarku, papa, dan mama Jihong berada di lantai bawah dekat dengan ruang tamu. Sedangkan kamar ke empat di pojok aku tak tau itu kamar siapa, yang jelas kamar itu beri rantai di gagang pintunya.

Aku sangat jarang menaiki kamar lantai atas ini, seingatku aku baru 3 kali ke rumahnya mama jihong, jadi aku tak terlalu memperhatikan seluk beluk wilayah rumah mereka..ya karena aku juga bukan anak kandung mama Jihong, ngapain juga harus kepo bukan?.

Aku melangkah mendekati kamar berantai di pojok itu, dapat kurasakan hawa panas menyelimuti ruangan ini, keringat dinginku mulai keluar, Nadia kumohon jangan kesana (Batinku berucap). Aku sudah tiba di depan pintu kamar berantai paling pojok ini.

Tapi kenapa harus di beri rantai? Ada sesuatu kah di dalam sana?

Aku mulai membuka satu persatu rantai itu, hingga kutemukan gembok kunci yang mulai berkarat, wah-wah berarti sudah lama kamar ini tidak di buka.

Dan tak lama kemudian aku merasakan seseorang berada di belakangku, aku menelan ludah, mengapa perasaanku tidak enak? Jangan balikkan badan Nadia..kumohon jangan.

Kemudian aku dikejutkan dengan tangan seseorang memegang bahuku.

“Ni Zai zuo shenme Na Di Ya? (kau sedang apa Nadia?)”, suara kak Jinching mengejutkanku.
“Wo Xihuan Zai fangjian Li tingdao shengjin (aku mendengar suara di kamar ini kak)”, jawabku.
“Zhishi ni de ganshao..rang women xiaqu (perasaan kamu saja..ayo turun)”, jawab kak Jinching sambil menarik paksa tanganku.

“Ni mingtian Bu Hui yinni ma? (bukankah besok kamu pulang ke Indonesia?)”, kak Jinching bertanya.
“Shide xiongdi (iya kak)”, jawabku.
“Na ni weisheme Shang Lou? (lantas ngapain kamu ke kamar atas?)”, perkataan kak Jinching tak kujawab lagi.

Aku langsung saja memasuki kamarku saat diriku telah tiba di lantai bawah. Malamnya aku masih berpikir, mengapa kamar itu harus di beri rantai? Dan kenapa kak Jinching sepertinya marah jika aku mendekati kamar itu? Ahh entahlah.

Dan sejak kejadian sore itu, malam harinya sebelum esok pagi aku pulang ke Indonesia, aku selalu mendengar suara pintu kamar yang seperti di gedor-gedor..agak terganggu tidurku dengan suara itu.

Dan sampai sekarang aku tak tau ada apa dengan kamar lantai atas berantai itu? Menurutku ada maksud tertentu sih. Ok cukup sekian ceritaku.

Thanks for reading. Jangan sungkan untuk berteman.

Instagram: Bismi_jasein1108
Facebook: Bismi Jasein