Suara Ketukan Pintu Kamar

Assalamualaikum, selamat membaca. Aku memainkan handphone di atas meja belajarku. Grup WhatsApp Universitas membuat handphoneku berdering tak berhenti. Aku mulai muak hidup dalam kondisi yang menyedihkan seperti ini. Pertengakaran papa dan mama yang semakin menjadi-jadi membuatku muak.

Tak ada yang patut di tangis akan hal ini, aku punya seorang kakak perempuan yang sudah menikah. Setelah menikah dia tinggal bersama suaminya dan sama sekali tak pernah menelepon serta menanyakan kabarku sampai detik ini. Wahhh bukankah dia sungguh sangat baik? Ya seperti itulah, rasanya diriku ingin mengolok lehernya sekarang juga.

Aku termenung, hujan yang tak kunjung reda pada malam hari ini juga ikut membuatku muak. Nenek berada di ruang tamu sambil menonton Tv, aku enggan rasanya bercerita tentang hal kesedihanku ini pada nenek. Aku tipe anak yang tidak suka menceritakan semua masalahku, paling bisa diriku hanya bisa mencurahkannya pada tulisan.

Aku melihat keluar jendela, hujan tak kunjung reda, ku lihat jam menunjukkan jam 8 malam. Aku beranjak hendak keluar, langkahku terhenti ketika suara ketukan pintu kamar terdengar.

“Tok tok tok”, jelas aku mendengarnya walaupun di saat hujan deras yang bersuara ini.

Aku mendekati pintu dan memegang gagangnya, alhasil saat kubuka tak ada siapapun. Aku menuju ke ruang tamu, kudapati nenek bibi, dan paman sedang makan malam di ruang tamu sambil menonton Tv.

“Kenapa Bismi, ayo cepat makan, nanti keburu padam listriknya Lo”, ajakan bibi menyadarkan lamunanku.

“Bi tadi ada ketuk pintu Mimi gak?”, tanyaku.

“Enggak, perasaan kami bertiga di sini dari tadi”, jelas bibi.

Aku mulai berpikir bahwa itu hanya khayalanku saja. Setelah selesai makan, aku kembali ke kamar sambil merebahkan badan ke atas kasur bermotif Naruto ini. Saat aku ingin memejamkan mata suara ketukan pintu itu terdengar lagi.

“Tok tok tok”, lumayan keras.

Aku terbangun, ku lihat ke arah pintu kembali.

“Siapa? Jangan main-main ya, gak lucu”, kataku.

“Tok tok tok”, suara ketukan pintu terdengar lagi.

Aku beranjak dan melangkah ke pintu kamar. Ku dekatkan telingaku ke pintu alih-alih aku mendengar desahan nafas yang panjang. Ahh ada apakah ini? Sungguh ini tak ada siapapun? Atau bahkan mungkin sekarang ada…?

Aku membuka pintu, ahh sial tak ada siapapun, siapa yang mengetuk pintu? Aku menutup pintu kembali dengan hantaman lumayan keras hingga suasana dalam kamarku mendadak panas, aku mengeluarkan keringat dingin, enggan rasanya berbalik ke belakang.

Aku merasa ada seseorang berada di belakangku. Ouhh sungguh jangan main-main, ini sama sekali tidak lucu. Aku memejamkan mata, lalu suara desahan nafas terdengar dekat di telingaku. Sepertinya ada yang sedang memelukku dari belakang, aku gemetar hebat.

Tak kusangka aku malah mengeluarkan air mata, hingga akhirnya pintu kamar terbuka dan aku di kejutkan dengan kehadiran bang Akmal (sepupuku).

“Uyy kenapa lo?”, tanya nya.

“Bang baru sampai?”, tanyaku.

“Iya baru saja, by the way gue tidur di kamar lo ya, kamar gue panas, lu kenapa sampai keringat gitu, habis lari apa?”, tanya nya

“Aku mendengar suara ketukan pintu, ketika kubuka gak ada siapapun”, jelasku.

“Ahh biasa itu, gue juga sering, mendingan gak usah dibuka, dia masuk soalnya tadi”, jelas bang Akmal yang membuatku sedikit bingung.

Aku melihat ke sekeliling kamar, suasana kamar yang dingin mulai kembali. Aku membantu bang Akmal membereskan pakaiannya.

“Lu jangan sentuh sembarangan ye kalau tidur di samping gue”, katanya yang membuatku jijik.

Kemudian pintu kembali di ketuk, “tok tok tok”.

Aku menatap bang Akmal, bang Akmal juga menatapku.

“Bukankah kamu mendengarnya?”

“Sudah jangan hiraukan … hahha”.

“Bukankah ini aneh? Mengapa dia menganggu? Apa keinginannya?”

“Bawel, sana tidur”.

Aku melihat ke arah pintu sejenak, suara ketukan pintu kembali terdengar, ushh apa itu sebenarnya? Aku ingin membukanya kembali, tapi sayangnya bang Akmal menghalangi niatku. Adakah malam esok ketukan pintu itu akan terdengar kembali!?

Sekian. Wassalamu’alaikum

Instagram: Bismi_jasein1108