Tangkap Aku Jika Kau Bisa!!

Home > Kisah Misteri > Tangkap Aku Jika Kau Bisa!! – 146 reads

Wanita berambut pirang itu masih menatapku dalam. Sangat dalam hingga aku terhanyut dalam pandangannya.Tiba-tiba wanita itu membuka mulutnya dan berteriak hingga pandangan semua orang tertuju padanya.

“Tangkap Aku Jika Kau Bisa!!” Teriaknya berulang-ulang, aku tak mengerti mengenai apa yang wanita itu teriakkan. Karena tak ingin berlama-lama mendengar wanita aneh itu, aku bergegas kembali ke apartemenku.

” Kau tahu James? aku tadi bertemu dengan wanita aneh!” ucapku.
“Apa maksudmu kawan? Wanita aneh apa?” tanya James.

Read Another Stories:

“Iya, saat berada di jalan. Aku bertemu dengan seorang wanita pirang yang terus menerus menatapku. Tiba-tiba ia berteriak: Tangkap Aku Jika Kau Bisa!! karena teriakannya itu aku langsung bergegas pulang saja!”.

“Jadi apa maksud dari teriakan wanita itu?” tanya James kembali.
“Entahlah, ya sudah badanku sudah bau sekali! Ini waktunya aku mandi!” ucapku.

“Ok kawan!” ujar James.

Malamnya ketika hendak tidur, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku dan memanggil-manggil namaku.

“Ryan apakah kau ada di dalam?” terdengar suara dari luar.
“Iya, siapa disana?” tanyaku.
“Ini aku James, boleh aku masuk?” ucap James.
“Ok, tapi ada apa malam-malam begini?” tanyaku.
“Nanti aku jelaskan!” ucap James.

Aku pun membuka pintu dan mempersilahkan James masuk yang tampak raut mukanya sangat kesal.

“Ada apa James, malam-malam begini?” tanyaku.
“Lisa sepertinya sudah tak mau bersamaku lagi, tadi saat aku menyapanya ia cuek saja!” jawabnya kesal.
“Oh saudaraku, padahal hubungan kalian baik-baik saja kan?” aku keheranan.

“Sepertinya tidak terlalu baik, lusa malam sebelum kita pergi berkemah, aku sempat memarahinya!” ucap James.

“Apa!? Memang kenapa?” tanyaku kembali.
“Aku melihatnya bersama pria lain saat di cafe, dan aku sangat kesal pada saat itu, refleks saja aku menamparnya!” ucap James.
“Hmmm … kau tidak seharusnya seperti itu, mungkin saja itu teman prianya!” ujarku.

“Ya aku sangat menyesal, tapi ya sudahlah!” ucap James.

Setelah mengobrol panjang denganku, James pun pamit untuk ke kamarnya dan berterima kasih padaku karena mau mendengarkan curhatnya. Ya, James adalah teman terbaikku selama aku tinggal di apartemen yang murah ini.

Keesokan paginya, aku pun bersiap untuk berangkat kerja dan menyadari ada sesuatu yang aneh dengan kondisi di tempat kerjaku. Rekan kerjaku, dan atasanku tidak saling bertegur sapa akhir-akhir ini. Hanya James lah yang mau aku ajak bicara. Ya mungkin karena mereka terlalu sombong dengan jabatannya, sehingga enggan mengobrol denganku yang hanya karyawan biasa.

Saat di perjalanan, aku bertemu lagi dengan wanita pirang aneh itu, dia pun berbisik kepadaku.

“Enyahlah engkau dari muka bumi ini!!” bisiknya.
“Maksudmu apa orang aneh?” bentakku.
“Kau seharusnya sudah tidak berada di dunia ini lagi, pergilah kau!!” dia membentak.

“Kau yang seharusnya tidak ada disini! pergilah kau, menjauhlah dariku” bentakku.
“Tangkap Aku Jika Kau Bisa!!” Wanita itu mulai berteriak lagi.

Wanita itu langsung didatangi oleh sejumlah orang dan bertanya kepadanya.

“Apa yang kau lihat?” tanya salah satu orang.
“Aku melihat makhluk itu lagi, dia tidak mau pergi!!” ujar wanita itu.
“Hei lihatlah wanita liar ini, dia sangat gila” ujarku.

Tetapi orang-orang itu mengabaikanku, seolah-olah aku lah yang patut disalahkan.

“Benarkah? Dimana kau melihat mahkluk itu?” tanya salah satu orang.
“Dia ada dibelakang kalian” jawab wanita itu.

Tiba-tiba sekelompok orang tadi merasa ngeri dan meninggalkan wanita pirang itu.

Karena merasa aneh, aku pun tak jadi datang ke kantor hari ini. Aku kembali berpapasan dengan James ketika hendak masuk ke kamar apartemenku.

“Aku bertemu lagi dengan wanita aneh itu” ujarku kesal.
“Jadi, kau masih tidak percaya dengan ucapan wanita itu?” jawab James datar.
“Maksudmu?” tanyaku.
“Baca halaman depan koran ini” suruh James.

Aku pun membaca judul berita utama yang termuat di koran itu “2 orang pekemah di temukan dalam kondisi mengenaskan setelah diserang Beruang”.