Kisah Nyata Foto Patung Gandrung Terbelah di Watu Dodol Banyuwangi

KCH > Kisah Nyata > Kisah Nyata Foto Patung Gandrung Terbelah di Watu Dodol Banyuwangi

Kota kelahiran saya yakni Banyuwangi terkenal dengan hal mistisnya, sampai mendapat julukan Kota Santet atau Kota Orang Sakti. Kenyataannya di Banyuwangi memang banyak tempat-tempat yang disakralkan karena peristiwa janggal kerap terjadi di tempat tersebut. Meskipun begitu, saya tergolong orang yang bersikap netral terhadap peristiwa berbau mistis sampai kejadian mistis terjadi di depan mata saya langsung.

Kisah nyata ini bermula dari teman kantor saya yang mengusulkan untuk membuat sebuah artikel tentang pesona pantai Watu Dodol sebagai bahan di website, kebetulan saya bekerja di Perusahaan Travel yang memiliki website yang cukup aktif berbagi artikel terkait destinasi di Banyuwangi. Saya dan teman kantor lainnya setuju dengan usulan tersebut, dan salah seorang teman kantor bertempat tinggal di daerah Wongsorejo yang notabene searah dengan Watu Dodol. Akhirnya, kami meminta bantuan teman kantor saya sebut saja Marni untuk mengambil konten foto di Watu Dodol.

Keesokan harinya tepat pukul 07.00 pagi, Marni mengambil beberapa foto di Watu Dodol. Semua berjalan normal-normal saja, Marni memotret kemudian berpindah tempat untuk memotret dari sisi lainnya. Begitu saja. Semua oke.

Read Another Stories:

Setelah selesai, Marni langsung menuju ke kantor kami dan dengan bersemangat mengatakan bahwa Ia telah memotret dengan baik. Kami antusias. Marni menunjukkan hasil jepretannya kepada kami, dan betapa kagetnya semua hasil jepretan itu terpotong. Ah tidak, terbelah lebih tepatnya. Seketika kami tertawa, dan menanyakan pada Marni mengapa dia mengambil foto seperti ini dan apa dia mengeditnya. Marni bingung dengan reaksi kami, dan melihat hasil fotonya.

Haa? itu kata pertama yang Marni serukan pada kami. Ia tak kalah kagetnya melihat foto-foto tersebut. Disitu kami mulai merasa merinding. Joko, teman kantor saya lainnya mulai menakut-nakuti bahwa ini akibat dari Marni tidak berkirim salam dulu dan mengatakan bahwa arwah patung Gandrung pasti marah.

(Braaak!!) Pintu kantor di belakang kami tiba-tiba tertutup dengan keras, gak ada angin sama sekali. Waah, semuanya mulai panik termasuk saya. Pak Harno atasan kami menenangkan, dan memerintah kami untuk kembali bekerja saja. Kami bekerja dengan diam, sambil sesekali melirik satu sama lain. was-was.

Kini, setelah peristiwa ini berlalu cukup lama. Kami baru berani untuk membagikannya, termasuk menanyakannya di forum fotografer sekiranya bagaimana bisa foto yang tidak diedit terbelah seperti ini. Jawabannya sama, mereka menganggap ini hanya editan tak mulus atau saat memotret Marni tidak stabil. Entahlah. Ini kami bagikan salah satu fotonya untuk Anda. Kami tidak berani membagikan keseluruhan foto, karena kami takut hehe.

*NB : Kami mendapat info dari seorang kawan bahwa siapapun yang memotret Patung Gandrung dari arah utara, dan salam terlebih dahulu akan mengalami peristiwa janggal. Ada yang berani coba? Ini saya nulis cerita ini, tetiba tangan kanan saya terasa kram. Hasil foto jepretan saya sendiri bisa dilihat di link berikut ya.

Visit: https://www.yukbanyuwangi.co.id/misteri-di-watu-dodol-banyuwangi.html?utm_source=blog&utm_medium=link&utm_campaign=blogvisit