Gagang Pintu

Aku masih teringat di malam itu, iyap … malam yang kelam dan sangat membuatku trauma jika melihat pintu yang bergoyang. Aku mendekati adik sepupuku yang telah menduduki kelas 3 SMK itu, sambil menepuk pundaknya aku menodongkan segelas kopi luwak untuknya (cara menyogoknya untuk mengantarkan ku ke tempat kost teman kampusku).

“Aku tau kamu menyuruhku untuk mengantar mu bis”, katanya sambil menyeruput kopi panasnya.

“Ga jauh kok Vin, lagi pun ini masih awal jam 5 sore juga, kasihan temanku dia sendiri di kost nya”, kataku.

“Emm baiklah, tunggu sebentar ijinkan aku menyelesaikan gameku dulu”, jawabnya sambil mendorong lengan tanganku agar menjauh darinya.

Aku hanya bisa bersabar, menghadapi sosok sepupu yang bawel itu.

Akhirnya entah karena terpaksa atau tidak, Kevin mengantarku ke kost temanku. Aku di sambut hangat dengan pelukan oleh Siti.

“Lama nunggu ya Siti”, kataku.

“Engga kok Bismi,aku malah seneng kamu akhirnya datang”, katanya sambil membungkuk sedikit ke arah adikku.

Adikku tersenyum, dan pamit karena hari juga semakin sore. Aku membawa tas ranselku ke dalam kost siti. Mungkin beberapa bulan ke depan aku akan sering menginap di kostnya, ditambah banyak tugas kampus dan letak kampus yang lumayan dekat dengan kost Siti dari pada dari rumahku.

Malam pun tiba, sekitar jam 9 aku masih saja sibuk membaca novel hororku di kamar, sedangkan Siti pergi mandi yang letaknya agak jauh dari kamar kami, yaitu harus menuruni tangga untuk menuju kamar mandi yang di tujukan.

Aku masih saja sibuk membaca, hingga ketukan pintu kamar mulai terdengar. Aku menoleh apa itu Siti? Aku beranjak dari tempat tidur dan bergegas membuka pintu, tapi anehnya tidak ada siapapun di luar. Aku menelan ludah, merinding, bulu kudukku perlahan-lahan berdiri. Aku menutup pintu dengan perlahan, berusaha terlihat tegar barangkali itu adik mana di sebelah yang mungkin bercanda, memang kost Siti dibilang cukup sepi, hanya ada mahasiswa semester 3 dan 1 yang menempati kost yang memiliki 3 tingkat ini.

Kebanyakan penghuni kostnya adalah mahasiswa semester 6 dan akhir. Di karenakan masalah pandemi, maka sebagian kakak-kakak itu tidak kunjung balik ke kost karena perkuliahannya dilakukan secara daring. Aku duduk kembali di atas kasur, mengatur nafas yang sudah tidak lagi beraturan, mencoba mengambil handphone dan menghidupkan musik. Tetapi hal aneh terjadi lagi, gagang pintu kamar bergerak sendiri, seakan ada yang menekannya dari luar, lama-kelamaan gagang pintu yang bergerak itu semakin cepat gerakannya. Seperti memaksa diriku untuk membuka pintu, aku gemetar dan mulai menjatuhkan handphone yang ku pegang.

“Ya Allah ku mohon selamatkan aku”, kataku sambil memejamkan mata.

Alhasil aku membaca surah kursi sebanyak 3 kali dan Alhamdulillah gagang pintu yang bergerak itu terhenti.

Aku bergegas langsung membukakan pintu, dan sama halnya seperti tadi tidak ada siapapun di luar. Hingga satu mahasiswa mulai terlihat menaiki tangga di ujung lorong, dan itu adalah Siti.

“Kenapa bis, kok berdiri di pintu, ayo masuk”, katanya.

Aku menceritakan apa yang baru saja ku alami kepada Siti dan ternyata Siti juga malah sering mengalaminya, bahkan ia merasa seperti ada yang mencekiknya di atas kasur. Tapi kenapa dia tetap bertahan dan tidak pindah kost saja? Kata Siti ia sudah terlanjur bayar uang kost selama 3 tahun, jadi sayang jika harus di tinggalkan.

“kamu keberatan tinggal di sini?”, tanya nya.

“Engga sih, cuma saja aku belum terbiasa, lama-lama bakal terbiasa sih”, jawabku.

“Kalau kita gak ganggu mereka dan tetap khusyuk dalam beribadah insyaallah mereka gak bakal ganggu lagi”, kata Siti padaku.

Aku mengangguk mengiyakan perkataannya itu, walaupun dalam hatiku aku merasa khawatir apakah aku bakal terbiasa atau tidak. Aku mulai berjalan ke arah pintu untuk menutupnya, dari ujung kost tepatnya dimana tangga berada aku melihat seorang wanita sedang melayang tepat di atas tangga itu. Aku tak percaya apa yang kulihat hingga aku menutup pintu dengan hantaman keras hingga terdengar ke kamar sebelah.

“Hei kamu kenapa”, kata Siti yang juga terkejut.

Aku hanya diam sambil mengatur nafasku yang tak beraturan lagi.

Malam besoknya, hal sama itu terulang kembali, ketukan pintu, gagang pintu yang bergerak cepat sendiri, kadang juga langkah kaki sering terdengar dan anehnya semua itu terjadi saat Siti sedang tidak bersamaku, waw sampai sekarang saja tepatnya tanggal 13 September 2021, aku masih saja tinggal di kost Siti dan alhamdulillah kejadian itu secara perlahan menghilang. Cuma gagang pintu yang bergerak sendiri itu kadang juga sering terjadi.

Itulah cerita yang ingin kubagikan dengan kalian … mohon maaf jika tidak mengibur.

Ig: bismi_jasein1108