Hampir Menjadi Tumbal Dari Siluman Ular di Pabrik Sinom

Assalamu’alaikum sobat KCH yang terhormat dan terkasih, apa kabar kalian semua. Kembali lagi dengan Agata sang nona indigo.

Kali ini aku datang kembali dengan membawa cerita yang berjudul hampir menjadi tumbal dari siluman ular di pabrik sinom. Kok bisa ya hampir menjadi tumbal. Penasaran! yuk kita simak saja ceritanya

Jadi hari senin kemarin tepatnya tanggal 8 aku dan temanku gagah mendapatkan sebuah kiriman dari seorang pengirim yang bernama aryo. Nah aryo ini bertempat tinggal di desa gondomanis, Jombang.

Aryo ini menceritakan bahwa di desa tempat tinggalnya tersebut ada sebuah bangunan berupa pabrik sinom yang tidak berfungsi sejak tahun 2002. Disitu warga sekitar sering dengar bunyi mesin berbunyi, ada sosok tinggi besar dan berbulu, disitu juga ada sosok macan putih dan siluman ular serta masih banyak lagi. Bahkan sang pengirim menceritakan bahwa ketika pabrik itu masih beroperasi banyak sekali karyawan yang meninggal disana dan karyawan yang masih hidup kesurupan siluman ular di tahun 90.

Ketika mendapatkan kiriman saya dan gagah langsung memutuskan kesana dengan menggunakan jalur alam gaib.
Ketika sampai di pabrik itu kami pun memutuskan untuk meminta ijin sama penjaga disitu dan memutuskan untuk berkomunikasi dengan memakai cara mediumisasi dengan penjaga tersebut yang merupakan sosok buto ijo. Beginilah komunikasi kami dengannya:

A : Agata
B : Buto ijo

A : Assalamu’alaikum.
B : Waalaikumsalam.
A : Kalo boleh tau dengan siapa saya berbicara?
B : Renggo.
A : Baik renggo kami mohon ijin untuk masuk ke bangunan ini. Apakah boleh kami diijinkan?
B : Boleh asal dengan syarat kalian harus sopan santun dan jangan melanggar tata krama.
A : Baik renggo saya mau tanya yang sering menganggu di pabrik ini siapa?
B : Ada genderuwo, buto ijo dan kuntilanak.
A : Kamu apakah penjaga di bangunan ini?
B : Ya, saya penjaga di bangunan ini.
A : Lalu siapa yang bikin karyawan pabrik disini kesurupan di tahun 90 an?
B : Itu ulah siluman ular.
A : Apa benar pabrik ini selalu makan tumbal.
B : Ya, benar.
A : Lalu kenapa pabrik ini bisa memakan tumbal.
B : Karena dulunya sebuah hutan.
A : Baik renggo terima kasih atas informasinya.
B : Sama-sama.

Lalu akhirnya kami memasuki pabrik, disana kami menemukan banyak sekali pusaka dan banyak sosok yang kita temui. Sampai akhirnya kami menuju ruangan terakhir yang berupa ruang produksi, dan terdapat kerajaan gaib yang dipimpin oleh Prabu Siluman ular.

Ketika kami sampai kami dikejutkan oleh bola api yang datang mendekat kearah kami. Begitu juga terdengar suara pintu di ruang produksi seperti dibanting. Kamipun memutuskan untuk keluar dari sana dan memutuskan untuk kembali berkomunikasi dengan sosok pendekar disana.

A : Agata
P : Pendekar

A : Assalamu’alaikum.
P : Waalaikumsalam, mau apa kalian kesini?
A : Kami ingin menguak cerita disini.
P : Hmm begitu.
A : Tapi kami sudah minta ijin kepada penjaga bangunan disini.
P : Apa benar kalian terkunci di ruang produksi?
A : Ya benar, tetapi kenapa dia mengunci ruangan produksi?
P : Itu karena siluman ular tersebut murka.
A : Lalu siapa yang membantu kami keluar dari sana?
P : Yang membantu kalian keluar adalah teman saya yang berupa siluman harimau.
A : Apakah kami masih ditumbalkan ketika kami telah keluar dari pabrik itu?
P : Ya.
A : Terus gimana caranya agar kami tidak dijadikan tumbal dia?
P : Biar saya atasi.

Lalu pendekar tersebut menjitak kepala saya dan teman saya.

P : Ini dia batu mustikanya, batu ini harus dihancurkan menggunakan keris yang ada dibawah pohon dekat kantor.
A : Apa benar siluman ular itu telah menumbalkan karyawan yang pernah bekerja disini?
P: Ya benar, dia melakukan itu untuk kekuatannya.
A : Anda bernama siapa.
P : Ki ronggo kusumo joyo, saya mati disini karena perang disaat saya berusia 30 tahun.
A : Ki, lalu bagaimana jika setelah mustika itu dihancurkan, siluman ular itu mau menumbalkan kami dan bagaimana cara mengatasinya?
P : Kalian akan aku kasih jimat yang berupa jimat keris semar mesem, jimat ini akan melindungi kalian dari siluman ular tersebut.
A : Terima kasih ki atas informasinya.
P : Sama-sama.

Setelah saya selesai berkomunikasi dengan pendekar tersebut, pendekar tersebut membisikkan bahwa siluman ular tersebut ada disana karena adanya pesugihan siluman ular.

Setelah itu kamipun pulang ke rumah kami masing-masing, dan ketika sampai rumah ternyata siluman ular itu masih mengincar kami hingga keesokan harinya datanglah kuntilanak utusan siluman ular untuk mencelakai saya. Lalu keris semar mesem pemberian sang pendekar bereaksi dan mengusir utusan siluman ular tersebut sampai hari ini.

Intinya janganlah meminta sesuatu kepada jin dan siluman tetapi mintalah sesuatu kepada yang di Atas, maka yang di Atas akan memberikan kepada kalian.

Ig : agata.sindya
WA : 083856462961
Fb : Agata sindya
E-mail : sindyaagata50@gmail.com