Halaman Kosong Sebelah Rumah

Home > Cerita Seram > Halaman Kosong Sebelah Rumah – 645 reads

Yudi dan keluarganya tinggal di kawasan Tambun Bekasi, kebetulan sebelah rumah yudi adalah rumah kosong. Ia tak ingat berapa lama rumah itu kosong, tetapi seingat yudi, rumah itu dulu berpenghuni. Ketika ia kecil rumah itu berpenghuni, tetapi entah kenapa rumah itu menjadi kosong hingga saat ini.

Yudi mulai merasakan ada sesuatu yang aneh dengan rumah itu. Setiap tengah malam ia selalu mendengar suara anak kecil yang sedang bermain. Suara gelak tawanya sungguh sangat riang, tetapi yudi merasakan aura yang mengerikan di baliknya. Hampir setiap malam ia diteror oleh suara-suara itu. Akan tetapi, yudi enggan menceritakan ke ibunya akan hal itu.

Hingga suatu malam. Saat itu yudi sedang mengerjakan tugas kuliahnya hingga tengah malam. Entah kenapa, tiba-tiba saja bulu kuduk yudi berdiri. Ia merasa ada yang tidak beres, tapi yudi tidak menghiraukannya. Yudi mulai mendengar sayup-sayup ada yang memanggil namannya, seakan-akan mengundang yudi untuk datang.

Read Another Stories:

Mulanya yudi membiarkan suara itu, tetapi lama kelamaan suara itu makin terdengar, seketika itu yudi terhenti menulis. Ia memusatkan pendengerannya terhadap suara itu. Makin lama yudi semakin merinding, ia bisa mendengar suara itu dengan jelas. Seakan-akan suara itu menggema di kepalanya. Ternyata suara itu berasal dari luar jendelanya.

Yudi mengumpulkan keberaniannya untuk memeriksa sumber suara. Walau nampak ragu, dengan segenap keberaniannya akhirnya yudi beranjak menuju jendela kamarnya yang menghadap langsung ke luar, ke rumah di sebelah rumahnya.

Saat yudi membuka gordyn jendelanya, betapa kagetnya yudi saat melihat ada seorang anak kecil berlarian di halaman sebelah rumahnya yang kosong. Seketika itu jantung yudi seakan-akan berhenti berdetak. Anak itu berlari-larian seakan-akan menikmati sebuah permainan, sedangkan yudi masih terpaku didepan jendelanya dan memperhatikan. Siapakah anak itu?

Belum sempat terjawab pertanyaan itu. Tiba-tiba saja anak itu berhenti berlari dan berdiri tepat berhadapan dengan yudi. Tubuh yudi bergetar hebat, ketika yudi dapat dengan jelas melihat wajah anak itu. Wajahnya benar-benar pucat, penuh dengan luka lebam. Dan yang lebih menyeramkan adalah dikening sebelah kanan, ada luka hantaman yang amat besar dan masih mengeluarkan banyak darah!

Anak itu menatap tajam kepada yudi, suara memanggil itu tetap terdengar, tetapi bibir anak itu sama sekali tidak terbuka. Secara tiba-tiba anak itu mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah yudi dibarengi dengan senyum yang menyeringai. Seketika itu juga yudi langsung berlari keluar dari kamarnya. Ia tidak bisa berhenti berdoa.

Akhirnya malam itu yudi tidur bersama kakaknya. Barulah keesokan harinya ia menceritakan tentang peristiwa itu kepada ibunya. Dan ketika itu, ibunda yudi bercerita bahwa dulu rumah itu dihuni oleh suami istri muda, dan anak laki-laki mereka. Awalnya semua berjalan baik, hingga beberapa bulan kemudian, keluarga itu sering bertengkar.

Entah apa penyebab pertengkaran mereka. Sampai akhirnya di suatu pagi, sang istri dan anak mereka ditemukan sudah meninggal dunia akibat dihantam benda keras. Dan suaminya sendiri ditemukan gantung diri di kamar. Setelah itu tidak ada lagi yang menempati rumah itu hingga sekarang.

Ibunda yudi juga mengatakan bahwa ia juga sering melihat penampakan wanita di sana. Ibunda yudi menyuruh yudi tidak menghiraukannya, karena mereka tidak jahat. Mereka hanya tidak bisa menerima kematian mereka. Dan yang lebih mengejutkan, ternyata anak dari keluarga itu adalah teman kecil yudi. Mereka dulu sangat akrab.