Mirip Suamiku

Assalamu’alaykum readers setia KCH. Apa kabar semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Lama banget gak kirim cerita nih, bukannya apa. Memang gak punya cerita sih. Hehe.

Oke kali ini saya akan menceritakan pengalaman kakak laki-laki saya, sebut saja namanya Anto. Sudah sekitar sebulanan ini kakak saya menginap di rumah saya, bukan hanya berkunjung tapi memang ikut bekerja dengan suami saya mencari ikan di laut, karena pekerjaan di Desa saya yang keras tetapi upah tidak sesuai dengan tenaga, oleh karena itu kakak saya mencoba peruntungan ikut kesini.

Nah selama menginap di sini tak ada yang aneh, tapi malam kemarin sepertinya ada yang ingin mengajak kakak saya ini *kenalan. Berawal saat saya mendengar kakak saya sedang mengigau. Karena kamar kami bersebelahan jadi memang suara sedikit keras akan terdengar, awal mengigau suaranya lirih seperti orang yang kesakitan, tapi lama kelamaan suara kakak saya ini semakin keras bahkan mirip orang yang sedang meronta.

“Aduuh.. aduh..”. Kira-kira begitu yang saya dengar, karena suaranya tak jelas seperti mengerang dan menjerit.

Saya yang saat itu memang kebetulan sedang terjaga mengASIhi anak saya spontan langsung melompat dan pergi ke kamar sebelah untuk membangunkan kakak saya, takut terjadi apa-apa.

Setelah saya bangunkan dan saya rasa sudah aman, saya gegas kembali ke kamar saya karena anak saya merengek terbangun dan kembali tidur hingga pagi tiba. Siangnya saat kami sedang berkumpul menonton tivi, saya bertanya ke kakak saya.

“Semalem mimpi apa kog sampe treak-treak begitu?”

“Nggak mimpi sih, tapi ketindihan. Kayak ada yang nindih gitu”. Jawabnya.

“Gak berdo’a paling tu”.

“Iya emang lupa. Haha”. Jawabnya sambil nyengir.

“Kaget aku sampe”.

“Sampean juga kaget yo?”. Tanya kakak saya ke suami saya.

“Enggak kog Kang, saya gak denger malah”. Jawab suami saya.

“Dia mah mana denger, ada petasan aja gak denger mungkin”. Slorohku.

“Loh tapi semalem ikutan nengok aku to, habis kamu masuk bangunin aku, trus habis itu suamimu”.

“Mana ada, dia aja nggak bangun kog”. Kataku.

“Enggak Kang, aku gak bangun semalem kog. Gak tau malah”. Bantah suamiku.

“Loh bener yo, suer. Ya itu sampean kog yang masuk. Cuma ngliatin aku aja agak lama, habis itu kluar lagi. Wong aku belum bisa tidur agak lama habis kamu bangunin”. Ucap kakakku kekeh saat itu

“Enggak Kang, wong nyata-nyata dia gak bangun kog semalem. Molor aja gada kluar”. Kekeh ku.

“Enggak e kang, beneran gak bangun aku semalem”. Ucap suamiku.

“Lah terus siapa semalem? Wong nyata-nyata suamimu kog wajahnya, habis kamu kluar trus suamimu masuk. Ya emng plek sampean loh berdiri di situ agak lama tapi cuma liatin tok”. Ucap kakak ku sambil melihat ke arah suamiku.

“Lah trus siapa? Jangan nakut-nakutin deh”. Ucapku.

“Sumpah, ngapain juga aku ngada-ngada”.

“Ya mungkin penunggu di sini ngajak kenalan aja sih”. Ucap suamiku menengahi. “Wes gak usah takut, tar jadi gak brani di rumah sendiri pasti ni Kang habis ini”. Lanjut suamiku sambil terkekeh.

“Emang iya”. Jawabku sambil cemberut. Dan mereka pun tertawa kompak mengejek saya.

Entah siapa malam itu, yang terpenting bagi saya jangan menampakkan wujudnya pada saya. Karena nyata memang suami saya tidak bangun malam saat kakak saya ketindihan itu. Dan ya.. semoga tak mengganggu kami untuk seterusnya.

Sekian dari saya. Semoga para readers berkenan dengan cerita saya. Salam KCH “jangan baca ini sendirian”. 😁 Wassalaamu’alaykuum..